Breaking News

Kajari Buleleng Dicky Darmawan Resmikan Adhyaksa Panji Sakti Motor Club dan Tenis Meja Club, Gaungkan Taat Hukum dan Kepedulian Sosial

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buleleng, Dicky Darmawan, S.H., M.H., menyerahkan rompi Adhyaksa Panji Sakti Motor Club kepada salah seorang anggota, I Gede Oki Prayoga, saat peresmian Adhyaksa Panji Sakti Motor Club yang digelar di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Buleleng, Senin (6/7/2026). (Istimewa)

BULELENG, Bali - Global Netizen | Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMD, organisasi, hingga masyarakat melalui berbagai program yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan, keselamatan berlalu lintas, olahraga, serta peningkatan kesadaran hukum.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Apel Sinergitas yang digelar di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Buleleng, Senin (6/7/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, Dicky Darmawan, S.H., M.H., selaku pembina apel itu dirangkaikan dengan peresmian Adhyaksa Panji Sakti Motor Club dan Adhyaksa Panji Sakti Tenis Meja Club.

Apel berlangsung khidmat dengan diikuti seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Buleleng serta dihadiri sejumlah pejabat dan pimpinan instansi di Kabupaten Buleleng, di antaranya Kepala Dinas PUPR dan Perkim Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Direktur Perumda Tirta Hita Buleleng, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Buleleng, pelatih tenis meja Ardhika, Komang Arsa Wijaya, serta para tamu undangan lainnya.

Rangkaian apel diawali dengan penghormatan kepada pembina apel, menyanyikan Mars Korps Adhyaksa, laporan komandan apel, pengucapan Tri Krama Adhyaksa, pembacaan Trapsila Adhyaksa BerAKHLAK, penyampaian amanat pembina apel, pembacaan doa, hingga laporan penutup komandan apel. Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian dua komunitas baru di lingkungan Adhyaksa.

Peresmian ditandai dengan pemakaian rompi Adhyaksa Panji Sakti Motor Club kepada sejumlah anggota, termasuk perwakilan masyarakat, serta penyerahan seragam Adhyaksa Panji Sakti Tenis Meja Club kepada pelatih Ardhika bersama Komang Arsa Wijaya sebagai simbol dimulainya aktivitas kedua komunitas tersebut.

Dalam amanatnya, Kajari Buleleng Dicky Darmawan menegaskan bahwa kehadirannya di Kabupaten Buleleng merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

"Saya datang untuk mengabdi kepada Bumi Panji Sakti. Saya datang untuk masyarakat Buleleng. Saya tidak akan mengkhianati masyarakat Buleleng. Saya hadir di sini untuk melayani seluruh masyarakat," tegas Dicky.

Menurut Dicky, pembentukan berbagai komunitas di lingkungan Kejaksaan bukan sekadar menjadi wadah menyalurkan hobi, tetapi juga memiliki misi sosial dan edukatif bagi masyarakat.

Ia mencontohkan keberadaan Adhyaksa Bonsai Club yang sebelumnya telah dibentuk sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama mengingat masih maraknya penebangan pohon dan kerusakan kawasan hutan yang berpotensi memicu bencana.

Dicky juga menyinggung musibah banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Buleleng hingga mengakibatkan korban jiwa. Peristiwa tersebut, menurutnya, menjadi pengingat agar seluruh elemen masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan tidak melakukan eksploitasi alam secara berlebihan.

Sementara itu, pembentukan Adhyaksa Panji Sakti Motor Club diharapkan menjadi sarana mengampanyekan budaya tertib berlalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat di jalan raya.

"Motor club ini bukan sekadar komunitas otomotif, tetapi juga menjadi media untuk mengajak masyarakat lebih tertib dan sadar hukum saat berada di jalan raya," ujarnya

Sedangkan Adhyaksa Panji Sakti Tenis Meja Club dibentuk sebagai upaya membudayakan olahraga di tengah masyarakat. Dicky berharap olahraga dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehingga mampu meningkatkan kesehatan, kebugaran, sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Dalam kesempatan yang sama, Dicky juga menegaskan komitmen Kejaksaan Negeri Buleleng dalam menegakkan hukum secara tegas, khususnya terhadap tindak pidana yang menyangkut kemanusiaan dan kekerasan terhadap anak. Menurutnya, aparat penegak hukum tidak akan memberikan ruang toleransi terhadap setiap bentuk kejahatan yang merampas hak serta masa depan anak.

"Kami adalah penegak hukum, sehingga tidak main-main dalam menangani perkara, terlebih yang menyangkut kemanusiaan dan kekerasan terhadap anak. Baru-baru ini, dalam perkara dugaan persetubuhan terhadap anak kandung sendiri, kami menuntut terdakwa dengan pidana 17 tahun penjara. Tuntutan itu kami ajukan karena kami juga memikirkan masa depan korban. Tidak ada kompromi bagi pelaku kejahatan terhadap anak. Hukum harus ditegakkan secara tegas demi memberikan keadilan dan perlindungan kepada korban," tegas Dicky.

Pernyataan tersebut, menurut Dicky, menjadi bukti bahwa Kejaksaan Negeri Buleleng tidak hanya mengedepankan langkah preventif melalui edukasi dan pembinaan kepada masyarakat, tetapi juga akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran hukum, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan anak dan nilai-nilai kemanusiaan.

Menutup rangkaian kegiatan, Kajari Buleleng Dicky Darmawan, S.H., M.H., bersama para tamu undangan melakukan pelepasan burung merpati sebagai simbol kebebasan. Namun, Dicky menegaskan bahwa kebebasan yang dimaksud bukanlah kebebasan tanpa batas atau kebebasan untuk melakukan apa saja, melainkan kebebasan untuk berekspresi, berkarya, dan beraktivitas secara bertanggung jawab dengan tetap berpedoman pada norma, etika, serta ketentuan hukum yang berlaku. Melalui simbol tersebut, ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat memaknai kebebasan sebagai ruang untuk berbuat kebaikan, memberikan manfaat bagi sesama, dan bersama-sama membangun Kabupaten Buleleng yang semakin maju, tertib, dan taat hukum. (Smty)

© Copyright 2022 - Global Netizen