Sebut Tuduhan ke TPNPB Prematur, Soroti 9 Kasus Pembunuhan WNA & Perwira TNI yang Tak Tuntas, Minta Akses HAM PBB ke Papua Dibuka
JAYAPURA,Globalnetizen.id -
Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua, Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman, mendesak Pemerintah Amerika Serikat membentuk tim investigasi independen untuk mengusut penembakan pilot warga negara AS, Nicholas F. Goselin, di Distrik Sobaham, Yahukimo, pada 2 Juli 2026.
“Kita jangan telan informasi mentah-mentah bahwa pilot Nicholas ditembak TPNPB. Kita perlu ada pembuktian melalui investigasi independen internasional yang melibatkan pemerintah Amerika Serikat,” kata Socratez dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (6/7/2026).
Ia merespons siaran TV Al Jazeera yang menyebut pelakunya anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). “Kita jangan terlalu prematur menilai. Walaupun foto yang diekspos ciri-ciri orang yang menamakan diri anggota TPNPB, perlu investigasi independen dan kredibel yang melibatkan komunitas internasional untuk memastikan siapa sebenarnya pelaku kejahatan yang keji dan barbar ini,” tegasnya.
Dugaan Motif Tersembunyi: Dari Kodam Baru hingga Delegitimasi Perjuangan Papua
Socratez menilai ada kemungkinan TPNPB dijebak atau dipakai pihak lain untuk kepentingan di Papua. Ia memaparkan lima tujuan tersembunyi:
1. *Pembenaran pembangunan Kodam baru* di Provinsi Pegunungan Papua yang butuh tanah luas;
2. *Pembenaran pembangunan pos-pos TNI* di seluruh Papua dengan alasan wilayah tidak aman;
3. *Memuluskan kehadiran perusahaan tambang* di wilayah potensi emas;
4. *Menciptakan ketakutan tenaga misionaris asing* agar tinggalkan pedalaman Papua, sehingga OAP tidak berpendidikan dan terisolasi;
5. *Menghancurkan perjuangan Papua Barat merdeka* di mata internasional.
“Kita perlu belajar sejarah. Sebelum banyak pemekaran, 1960-an sampai 1980-an semua aman. Pilot, guru, tenaga medis terbang dan kerja aman. Aneh, kekerasan justru meningkat tajam saat TNI-Polri berkeliaran sampai kampung-kampung,” ujar Socratez.
Ia mengutip mantan Direktur BAKIN, A.C. Manulang: “Bukan tidak mungkin kerusuhan di daerah didesain dari Jakarta dengan berbagai tujuan.”
Catat 9 Kasus Pembunuhan WNA & Perwira yang Belum Transparan
Socratez membeberkan daftar korban kejahatan kemanusiaan di Papua yang menurutnya belum diungkap akuntabel:
1. *Nicholas F. Goselin*, pilot AS, ditembak 2 Juli 2026 di Sobaham, Yahukimo;
2. *Egon Irawan & Co-Pilot Baskoro Adi Anggoro*, ditembak 11 Februari 2026 di Boven Digoel;
3. *Glen Malcolm Conning*, pilot Selandia Baru, ditembak 5 Agustus 2024 di Alama, Mimika;
4. *Rick Spier & Edwin Burgon*, tewas 31 Agustus 2002 di Timika;
5. *Pieper Dietmar Helmut*, WN Jerman, ditembak 29 Mei 2012 di Pantai Base G;
6. *Graeme Thomas Wall*, tewas 30 Maret 2020 di Kuala Kencana, Timika;
7. *Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha*, ditembak 25 April 2021 di Beoga, Puncak;
8. *Michelle Kurisi Doga*, ditembak 29 Agustus 2023 di Kimbim, Wamena;
9. *Pembakaran pesawat MAF* bernomor PK-MAX dipiloti Alex Luferched, WN AS, 6 Januari 2021 di Intan Jaya.
“Siapa pelaku seluruh kejahatan kemanusiaan dan motivasi apa? Sejauh belum ada investigasi independen yang kredibel dan melibatkan komunitas internasional, maka semua tuduhan negara dan aparat kepada TPNPB tidak benar dan tidak dapat dipercaya. Walaupun ada pengakuan dari TPNPB,” tegasnya.
Pertanyakan Penutupan Akses HAM PBB ke Papua
Socratez mempertanyakan sikap pemerintah Indonesia yang tidak mengizinkan Komisi Tinggi HAM PBB, wartawan asing, dan diplomat asing masuk Papua.
“Indonesia takut apa, bikin apa dan sembunyikan apa di Papua Barat? Dalam kasus pembunuhan pilot Nicholas, yang dibutuhkan adalah hasil investigasi, bukan pengakuan TPNPB atau TNI. Karena kejahatan ini masih samar-samar,” ujarnya.
Rekomendasi: Investigasi AS dan Buka Akses PBB
Ia menyampaikan dua rekomendasi:
1. *Pemerintah AS segera bentuk Tim Investigasi Independen* untuk mencari fakta pelaku penembakan pilot Nicholas di Sobaham-Yahukimo 2 Juli 2026. “Walaupun hasilnya mungkin akan sama seperti penembakan Rick Spier dan Edwin Burgon 2002 di Timika, yang pelakunya sudah diketahui tapi hasilnya dikunci dalam kotak,” sindir Socratez.
2. *Pemerintah Indonesia buka akses* untuk Komisi Tinggi HAM PBB, diplomat dan wartawan asing masuk ke Papua Barat.
“Semua konflik di Tanah Papua Barat diciptakan dan dirawat untuk kepentingan perampokan SDA dengan menyingkirkan Penduduk Orang Asli Papua. Penguasa Indonesia tidak tertarik dengan POAP dan POAP dilihat sebagai penghalang yang perlu ditiadakan,” tutup Socratez.
Editor : Dwi Wahyudi
_Narahubung:_
Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman
Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua
Anggota: Dewan Gereja Papua (WPCC), Konferensi Gereja-gereja Pasifik (PCC), Baptist World Alliance (BWA)
Ita Wakhu Purom, 6 Juli 2026

Social Header