Breaking News

Perwira TNI AU Aris Toteles Sufiuddin Raih Gelar Doktor Unpad, Angkat Isu Kesetaraan Gender dalam Misi Perdamaian Dunia


Prof. Connie Rahakundini Bakrie menilai disertasi ini merupakan langkah akademis yang signifikan. “Penelitian ini penting karena mengangkat isu gender dari perspektif internal militer. Kajian ini sudah mendalam dan dapat menjadi rujukan untuk pengembangan doktrin agar peluang prajurit perempuan dalam penugasan strategis semakin terbuka,”.

BANDUNG,Globalnetizen.id - 
Perwira TNI Angkatan Udara (TNI AU), Aris Toteles Sufiuddin, resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Sosial setelah dinyatakan lulus dalam Sidang Promosi Doktor (SPD) Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) Rabu (1/72026).

Sidang promosi berlangsung di Ruang Sidang Pascasarjana FISIP Unpad, Gedung A Lantai 2, Jalan Bukit Dago Utara No. 25, Bandung, pukul 09.00 WIB. Sidang dipimpin Dekan FISIP Unpad, Prof. Dr. Mohammad Benny Alexandri, selaku Ketua Sidang, didampingi Ari Ganjar Herdiansah, S.Sos., M.Si., Ph.D., sebagai Sekretaris Sidang sekaligus Ketua Promotor.

Meneliti Kemauan Politik Pimpinan TNI AU soal Kesetaraan Gender
Dalam sidang terbuka tersebut, Aris mempertahankan disertasi berjudul “Kemauan Politik Pimpinan TNI AU untuk Membangun Kesetaraan Gender dalam Penempatan Personel pada Misi Perdamaian Dunia.”

Penelitian ini mengkaji komitmen kepemimpinan TNI AU dalam mewujudkan kesetaraan gender, khususnya terkait penempatan personel perempuan pada misi perdamaian internasional.

Sebelum sidang, FISIP Unpad melalui Dekan telah mengirimkan surat resmi kepada Panglima Kogabwilhan III. Permohonan izin mengikuti SPD tertuang dalam Surat Nomor 10305/UN6.G/PK.03.09/2026 tertanggal 25 Juni 2026.
Tim penguji dalam sidang tersebut juga menghadirkan Prof. Connie Rahakundini Bakrie, Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas St. Petersburg Rusia, sebagai oponen ahli.

Dorong untuk Kebijakan yang Lebih Inklusif

Usai dinyatakan lulus, Aris menyampaikan apresiasi kepada keluarga, promotor, penguji, Unpad, dan pimpinan TNI AU.

“Gelar doktor ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdikan ilmu pengetahuan. Saya berharap hasil penelitian ini dapat menjadi masukan konstruktif bagi pengembangan kebijakan organisasi, sehingga semakin banyak personel yang memiliki kesempatan mengabdikan diri pada misi perdamaian internasional secara profesional dan berkeadilan,” ujar Aris.

Ia juga mengajak seluruh prajurit untuk menjadikan pendidikan sebagai bagian dari pengabdian. “Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi prajurit untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memberikan pengabdian terbaik kepada TNI Angkatan Udara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambahnya.

Tanggapan Akademisi dan DPR

Prof. Connie Rahakundini Bakrie menilai disertasi ini merupakan langkah akademis yang signifikan. “Penelitian ini penting karena mengangkat isu gender dari perspektif internal militer. Kajian ini sudah mendalam dan dapat menjadi rujukan untuk pengembangan doktrin agar peluang prajurit perempuan dalam penugasan strategis semakin terbuka,” kata Connie.

Senada, Anggota Komisi IX DPR RI, Neti, menilai penelitian Aris menghadirkan perspektif baru. “Isu kesetaraan di lingkungan militer selama ini banyak disuarakan perempuan. Kehadiran studi dari seorang perwira laki-laki menjadi perspektif yang menambah kelengkapan wacana. Pendekatan yang humanis dalam penempatan personel misi perdamaian juga dapat menjadi nilai tambah diplomasi Indonesia,” ujar Neti.

Neti mendorong agar hasil disertasi ini disampaikan kepada Komisi I DPR RI dan Kementerian Pertahanan sebagai bahan pertimbangan kebijakan.

Penutup: Kontribusi Akademis untuk Institusi

Keberhasilan Aris Toteles Sufiuddin diharapkan tidak hanya menjadi capaian akademik personal, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan studi ketahanan, kebijakan sumber daya manusia TNI AU, serta memperkaya kajian Indonesia dalam misi perdamaian dunia.(DW)
© Copyright 2022 - Global Netizen