Breaking News

Garong Dilindungi, Rakyat Dikorbankan Kordinator FPAR Ridha Furqon: Singapura Jangan Jadi Penadah Harta Korupsi RI

Korlap Ridha Furqon Wahyu Ramdhani Kordinator Front Penyelamat Aset Rakyat (FPAR) mengecam keras sikap Singapura yang dinilai jadi penadah harta koruptor Indonesia(Foto: DocFPAR)

JAKARTA, Global.id -
Front Penyelamat Aset Rakyat (FPAR) mengecam keras sikap Singapura yang dinilai jadi penadah harta koruptor Indonesia. Di momentum 60 tahun hubungan diplomatik, FPAR tagih S$6 miliar aset kejahatan yang disita di Negeri Singa. “Jangan cuma sita, pulangkan! Itu uang sekolah anak dan obat rakyat,” tegas Ridha Furqon Wahyu Ramdhani, Koordinator Lapangan FPAR. 

“Di depan publik, Singapura bicara kerja sama hukum. Di belakang, S$6 miliar aset kejahatan justru disita di sana sepanjang 2019-2024. Ini pengkhianatan,” kata Ridha, kemarin.

Ketua LPS sendiri sudah bilang: dana korupsi Indonesia banyak lari ke Singapura. Artinya, setiap hari Singapura menahan uang itu, setiap hari rakyat rugi.
Tiga Dosa Singapura Versi FPAR:

1. SIMPAN HARTA KORUPTOR 
S$6 miliar itu bukan angka kosong. “Itu hak rakyat yang dirampok. Jangan kasih alasan bertele-tele. Jangan lindungi maling berdasi!” tegas Ridha. FPAR desak percepat pengembalian aset.

2. PENADAH IKAN CURIAN  
Laut Indonesia dikuras, nelayan miskin, tapi kapal dan perusahaan Singapura diduga ikut main. “Laut Indonesia bukan jarahan negara tetangga. Sita kapalnya, penjarakan bosnya,” tambah Ridha.

3. RAMPOK PASIR, 26 PULAU LENYAP  
517 juta ton pasir untuk reklamasi Singapura, 90% dulu dari Indonesia. Hasilnya? 26 pulau kecil di Kepri hilang. “Ini bukan pembangunan, ini perampokan wilayah. Audit material reklamasi!” tandas Ridha.

“Persahabatan sejati bukan soal senyum diplomatik. Persahabatan diuji saat kamu diminta mengembalikan barang curian,” kata Ridha.

FPAR juga sentil Pemerintah RI. “Kejar aset sampai ke Singapura, bela nelayan sampai ke meja hijau. Kedaulatan tidak bisa ditukar investasi,” tutup Ridha. 

(Dwi Wahyudi)
© Copyright 2022 - Global Netizen