Ribuan suporter pelajar memadati GOR Bhuwana Patra Singaraja, Selasa (6/10/2026). Teriakan yel-yel sekolah bersahutan menandai babak final Turnamen Futsal Pelajar KMS Soekarno Cup XIII se-Kabupaten Buleleng Tahun 2026 yang resmi ditutup oleh penggagasnya, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana, S.P.
Turnamen tahunan yang telah menjadi agenda ikonik pembinaan olahraga usia dini di Bali Utara ini diikuti 42 tim pelajar. Rinciannya, 26 tim dari jenjang SMA/SMK/Sederajat dan 16 tim dari jenjang SMP/Sederajat se-Kabupaten Buleleng. Mereka bertanding selama hampir sebulan penuh memperebutkan Piala Bergilir Soekarno Cup.
Pada laga final yang berlangsung ketat, SMA Negeri 3 Singaraja berhasil keluar sebagai Juara I kategori SMA/SMK setelah mengalahkan SMK Negeri 3 Singaraja yang tampil dengan jersey biru bertuliskan WE-ER. Sementara di kategori SMP, SMP Negeri 1 Sawan tampil dominan dan mengunci gelar Juara I.
Berikut daftar juara lengkap KMS Soekarno Cup XIII 2026:
Kategori SMA/SMK/Sederajat:
Juara I : SMA Negeri 3 Singaraja
Juara II : SMK Negeri 3 Singaraja
*Kategori SMP/Sederajat:*
Juara I : SMP Negeri 1 Sawan
Juara II : SMP Negeri 3 Sawan
Juara III : SMP Negeri 2 Singaraja
Juara IV : SMP Negeri 4 Tejakula
Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana dalam sambutan penutupannya menegaskan, KMS Soekarno Cup yang ia rintis sejak 13 tahun lalu bukan sekadar kompetisi mencari juara.
"KMS Soekarno Cup XIII tidak hanya melahirkan juara, tapi gerakan pembinaan karakter berkelanjutan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak muda Buleleng," ujar Kariyasa.
Politisi PDI Perjuangan asal Busungbiu, Buleleng itu menjabarkan tiga filosofi utama yang diusung dalam turnamen ini.
Pertama, filosofi Kalah Menang Sehat dengan semangat gotong royong. Menurutnya, turnamen menjadi ruang positif bagi pelajar untuk menyalurkan energi secara konstruktif agar terhindar dari ancaman narkoba, judi online (judol), dan pergaulan negatif.
"Saya ucapkan selamat kepada para juara, khususnya SMA Negeri 3 Singaraja dan SMP Negeri 1 Sawan. Raihan ini adalah buah dari disiplin dan kerja keras. Bagi yang belum juara, jangan berkecil hati. Filosofi kita Kalah Menang Sehat. Yang penting sehat jiwa dan raga," tegasnya.
Kedua, Spirit Bung Karno - Gantungkan Cita-Citamu Setinggi Langit. Kariyasa ingin menanamkan mentalitas berani bermimpi besar kepada anak muda dari pelosok Buleleng untuk bisa menjadi atlet nasional yang mengharumkan Merah Putih.
Ketiga, menjaring bibit atlet sebagai investasi masa depan. Ia menyebut, KMS Cup telah terbukti melahirkan bibit atlet futsal berbakat yang kini berkiprah di tim Porprov Bali, PON, hingga Liga Futsal Profesional Indonesia.
Sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kariyasa mengaitkan turnamen ini dengan tugas konstitusionalnya.
"Sebagai Anggota Komisi VIII yang mengurusi perlindungan anak, saya menghimbau orang tua dan guru: beri ruang positif bagi anak. Jangan biarkan energi mereka habis untuk narkoba, judi online, dan pergaulan bebas. KMS Cup adalah wadah gotong royong kita menjaga anak-anak kita. Negara harus hadir adil dan setara," ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi GOR Bhuwana Patra yang dinilai sudah tidak lagi representatif menampung antusiasme ribuan anak muda Buleleng. Hal itu akan menjadi bahan advokasinya di pusat untuk mendorong fasilitas olahraga baru yang lebih layak di Buleleng, sejalan dengan program perlindungan sosial dan rumah singgah yang sedang ia dorong bersama Kementerian Sosial untuk Kabupaten Buleleng.
"Harapan saya, KMS Soekarno Cup menjadi gerakan yang melahirkan juara dalam kehidupan - yang berkepribadian dalam kebudayaan, berjiwa gotong royong, dan cinta Tanah Air. Ini implementasi nyata Trisakti Bung Karno yang terus dirawat PDI Perjuangan," pungkas Kariyasa.
Acara penutupan ditutup dengan penyerahan trofi, uang pembinaan, dan foto bersama seluruh juara dengan yel-yel "Merdeka!" yang menggema di GOR Bhuwana Patra.

Social Header