Anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Pokja Adat Dapil Teluk Bintuni, *Eduard Orocomna*, memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati Teluk Bintuni *Yohanis Manibuy*, Wakil Bupati, Kapolres Teluk Bintuni, dan Dandim 1806/Teluk Bintuni yang turun langsung meredakan aksi blokade jalan dan amuk massa di kawasan Tisay, Distrik Bintuni Timur, Kamis (25/09).
Menurut Eduard, langkah cepat yang diambil Bupati dengan berdialog langsung bersama keluarga korban kecelakaan lalu lintas adalah cerminan pelaksanaan Tupoksi MRPB itu sendiri, yakni mengedepankan perlindungan hak dasar Orang Asli Papua (OAP) dengan pendekatan kultural dan kemanusiaan.
*Pernyataan Lengkap Eduard Orocomna:*
> "Saya sebagai Anggota MRPB Pokja Adat Teluk Bintuni, sesuai amanat UU Otsus Nomor 21 Tahun 2001 Pasal 6, memiliki tugas menjaga dan melindungi harkat, martabat, dan hak-hak dasar OAP. Apa yang dilakukan Bapak Bupati Yohanis Manibuy hari ini adalah implementasi nyata dari nilai itu.
> Beliau tidak memerintahkan pembubaran paksa, tapi datang, duduk, dan mendengar. Ini adalah penyelesaian ala Papua. Dalam adat kita, darah dan luka adalah luka bersama. Ketika ada anak adat yang luka serius karena kecelakaan, wajar jika keluarga dan warga menuntut keadilan. Dan keadilan itu harus dicari lewat musyawarah adat, agama, dan persaudaraan seperti yang ditawarkan Bupati.
Saya sangat mengapresiasi jajaran Polres dan Kodim 1806 yang mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan tidak represif. Pembukaan palang setelah 5 jam tanpa jatuh korban adalah bukti bahwa dialog jauh lebih kuat dari kekuatan.
Terkait aspirasi warga soal penyelesaian kasus kecelakaan lewat mekanisme adat, saya sebagai Pokja Adat mendukung penuh. Itu adalah kearifan lokal kita.
Untuk aspirasi kedua terkait pemulangan pengungsi Moskona dan penarikan Satgas TNI, ini adalah aspirasi kemanusiaan yang menjadi perhatian serius MRPB. Sesuai tupoksi kami, kami akan kawal. Pemulangan pengungsi harus menjamin 3 hal: rasa aman, jaminan pelayanan dasar (kesehatan, pendidikan, ekonomi), dan pemulihan harkat martabat mereka sebagai pemilik hak ulayat. Saya akan terus berkoordinasi dengan Pemda untuk memastikan ini berjalan bermartabat.
Sekali lagi, terima kasih kepada Bapak Bupati Yohanis Manibuy. Ini contoh kepemimpinan yang memahami jiwa OAP. Mari kita jaga Teluk Bintuni tetap damai dengan para-para adat."
Atas kejadian ini, Eduard Orocomna berharap semua pihak menahan diri dan menyerahkan setiap persoalan kepada mekanisme adat yang ada di 7 suku besar Teluk Bintuni.(DW)

Social Header