Breaking News

PAPUA BARAT DINYATAKAN ZONA DARURAT MILITER DAN KEMANUSIAAN

Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman Soroti Keterkaitan Militerisasi dan Kepentingan Tambang Emas

JAYAPURA, Globalnetizen.id -
 Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman dalam pernyataannya hari ini menegaskan bahwa Papua Barat saat ini berada dalam "Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan". Pernyataan ini merujuk pada situasi kekerasan, pengungsian, dan peningkatan kehadiran militer yang menurutnya telah berlangsung sistematis sejak 1961.

*Pernyataan Utama*

Menurut Dr. Yoman, "situs kekerasan, kekejaman dan kejahatan militer tidak tunggal, tapi ada kepentingan pemilik modal untuk pertambangan emas di Papua. TNI adalah jantung kekerasan dan kejahatan Negara di Papua Barat dari Sorong-Merauke".

Ia menyebut sejumlah wilayah terdampak, antara lain: Ugimba, Arwanop, Banti di Timika, Nduga, Intan Jaya terkait Blok Wabu, serta Puncak, Maybrat, Pegunungan Bintang, dan Yahukimo. "Rakyat diusir dan ditembak mati dengan stigma anggota TPN-PB," ujarnya.

Pernyataan ini juga mengacu pada penilaian Dewan Gereja Papua (WPCC). Pada 15 Desember 2022, dalam forum "IMAN UNTUK DAMAI", Theo van den Broek menyampaikan bahwa "keadaan Papua sangat kritis dan bersifat darurat" dengan "lingkaran kekerasan makin kuat dan gaya brutal pelanggaran HAM berat makin kentara".

Senada, pada Konferensi Jaringan Damai Papua (JDP) 5-7 Juli 2011 di UNCEN Jayapura yang dipimpin Pastor Dr. Neles Tebay, perwakilan KNPB telah menyampaikan: "Papua Darurat Militer". WPCC juga menyatakan adanya "Remiliterisasi di Tanah Papua", sementara KNPB menyebut "Papua Barat Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan".

*Analisis Akar Persoalan*

Dr. Yoman mengaitkan situasi saat ini dengan 4 akar persoalan yang pernah dirumuskan LIPI dalam _Papua Road Map_:
1. *Sejarah dan status politik* pengintegrasian Papua ke Indonesia;
2. *Kekerasan Negara dan pelanggaran berat HAM* sejak 1965 yang belum diselesaikan;
3. *Diskriminasi dan marjinalisasi* orang asli Papua di tanah sendiri;
4. *Kegagalan pembangunan* di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat Papua.

Ia menilai penggunaan stigma seperti "separatis, makar, OPM, KKB, KKSB, teroris" digunakan sebagai pembenaran atas operasi keamanan, sementara di saat yang sama terjadi perebutan sumber daya emas di Papua.

Dalam rilisnya ia juga menyinggung sejumlah peristiwa sejarah internasional dan nasional yang dikaitkannya dengan "kepentingan emas", termasuk Perjanjian New York 1962, Pepera 1969, hingga dinamika politik era Presiden Sukarno dan Kennedy. 

*Konteks Penguatan Militer 2024-2026*

Sebagai bagian dari konteks kekinian, rilis ini mencatat penguatan militer di Papua pada era pemerintahan Prabowo Subianto melalui pendekatan teritorial dan pembentukan batalyon baru:

*1. Lima Yonif Penyangga Daerah Rawan (PDR) - Oktober 2024*  
Diresmikan Panglima TNI. Ide awal disebut berasal dari Prabowo Subianto.
- Yonif 801/Ksatria Yuddha Kentsuwri - Kab. Keerom
- Yonif 802/Wimane Mambe Jaya - Kab. Sarmi  
- Yonif 803/Nduka Adyatma Yuddha - Kab. Boven Digoel
- Yonif 804/Dharma Bhakti Asasta Yudha - Kab. Merauke
- Yonif 805/Ksatria Satya Waninggap - Kab. Sorong

*2. Yonif Teritorial Pembangunan (TP) - 10 Agustus 2025*  
Presiden Prabowo mengukuhkan 100 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, sebagian besar ditempatkan di Papua. Contoh:
- Yonif TP 858/Mambri Sopani Bemgakba - Kab. Biak Numfor
- Yonif TP 859/Raknamun Bebriwarek Kawasa - Kab. Supiori
- Yonif TP 860/Ndi Sowosio Karako - Kab. Waropen
- Yonif TP 862/Ure Wara - Teluk Wondama, Manokwari

"Penguatan militer dilakukan melalui pendekatan teritorial dan pembangunan," demikian dicatat dalam rilis.

*Penutup*

Dr. Yoman menegaskan slogan "NKRI harga mati" perlu diuji di Papua, dan menilai yang terjadi adalah "EMAS harga mati" bagi kepentingan tertentu. "Manusia pemilik emas diusir, dibantai dan dimusnahkan dari tanah leluhur mereka... secara sistematis," katanya.

Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan kemanusiaan dan seruan agar situasi di Papua Barat mendapat perhatian serius dari publik nasional dan internasional.(DW)

*Narahubung:*  
Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman  
Kontak: 08124888458


_Catatan Redaksi: Rilis ini berisi pernyataan dan pandangan Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman. Isi merupakan tanggung jawab penulis._
© Copyright 2022 - Global Netizen