Natael Bremana Wengu B, Kondisi Ini Kontras Tepat di seberang SD Watukamba saat ini sedang dibangun _koperasi_. Sementara dapur untuk program _Makan Bergizi Gratis [MBG]_ dibangun sekitar 200 meter dari lokasi sekolah
JAKARTA, Globalnetizen.id -
SD Negeri Watukamba di Desa Otogedu, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, berada dalam kondisi rusak berat.
Bangunan sekolah yang menjadi tempat belajar anak-anak dari Desa Otogedu, Watukamba, dan Datuwulu itu mengalami plafon ambruk, tembok retak di sejumlah titik, kaca jendela pecah, dan sebagian jendela hanya ditutup bambu.
Kondisi itu sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan berarti dari pemerintah daerah.
"Anak-anak kami belajar setiap hari dalam kondisi yang jauh dari layak. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi soal keselamatan," kata Natael Bremana Wengu B, perwakilan warga, Senin [11/8/2026].
KESENJANGAN PRIORITAS
Warga menyoroti ironi di sekitar sekolah. Tepat di seberang SD Watukamba saat ini sedang dibangun _koperasi_. Sementara dapur untuk program _Makan Bergizi Gratis [MBG]_ dibangun sekitar 200 meter dari lokasi sekolah.
Menurut warga, hal ini menunjukkan adanya kesenjangan prioritas pembangunan.
Pada 2026 pemerintah pusat mengalokasikan anggaran besar untuk program prioritas nasional seperti MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Sebagai bagian dari skema pembiayaan, pemerintah melakukan efisiensi yang memangkas alokasi Transfer ke Daerah.
Pemangkasan itu, kata warga, kerap dijadikan alasan Pemkab Ende untuk menunda pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan di tingkat desa, termasuk SD Watukamba.
"Kami tidak menolak program MBG atau program prioritas lainnya. Tapi jangan sampai program-program itu justru mengorbankan hak dasar anak-anak kami untuk mendapatkan ruang belajar yang aman," tambah Natael.
TIGA TUNTUTAN WARGA
Warga dari Desa Otogedu, Watukamba, dan Datuwulu menyampaikan tiga tuntutan:
1. Pemkab Ende segera melakukan verifikasi dan perbaikan menyeluruh terhadap bangunan SD Watukamba.
2. Pemerintah Provinsi NTT dan kementerian terkait memberikan perhatian serta dukungan anggaran untuk infrastruktur pendidikan di wilayah terdampak.
3. Bupati Ende, Gubernur NTT, dan Presiden RI_ berkenan meninjau langsung kondisi SD Watukamba serta akses jalan menuju desa.
Warga berharap perhatian publik dan media dapat mendorong percepatan penanganan, agar anak-anak di tiga desa tersebut mendapatkan hak pendidikan yang layak dan aman.
[Dwi Wahyudi]
Nara Sumber:
Natael Bremana Wengu B
No Handphone/WA 085171627350

Social Header