Breaking News

Exi Kordinator Lapangan Posko Perjuangan Rakyat: "Membangun Kekuatan Dari Bawah, Bukan Menggantikan Penguasa

Jakarta, Globalnetizen.id -
Di tengah kemarahan publik terhadap korupsi dan ketimpangan, warga sipil mulai membangun ruang konsolidasi mandiri di depan DPR RI. Ruang ini dinamakan Posko Perjuangan Rakyat. Menurut para pengorganisir, posko hadir bukan untuk membentuk kekuasaan baru, melainkan untuk memperkuat rakyat agar mampu menentukan nasibnya sendiri.

“Kekuatan rakyat bukan berarti membangun kekuasaan baru untuk menggantikan penguasa lama. Kekuatan rakyat justru dibangun dari bawah: dari keberanian rakyat untuk mengorganisir dirinya sendiri, saling membantu, mengambil keputusan bersama, dan tidak menyerahkan seluruh nasibnya kepada elite politik,” ujar Exi, salah satu Koordinator Lapangan Posko Perjuangan Rakyat, Selasa (25/8).
Exi menegaskan, rakyat bukan objek yang menunggu diselamatkan. Rakyat adalah subjek yang mampu bergerak. Kekuatan itu, kata dia, lahir ketika buruh bersama buruh, petani bersama petani, mahasiswa bersama masyarakat, pedagang kecil bersama pekerja informal, dan berbagai kelompok menemukan titik temu atas persoalan yang sama.

“Bukan soal siapa yang paling besar, paling terkenal, atau paling berkuasa. Yang penting adalah solidaritas dan kemampuan untuk bergerak bersama. Organisasi rakyat tidak harus model komando dari atas. Ia bisa tumbuh lewat musyawarah, kesetaraan, kemandirian, dan tanggung jawab bersama,” lanjut Exi.
Dalam konteks perjuangan melawan korupsi, Exi menilai kemarahan rakyat harus diubah menjadi kesadaran, organisasi, dan gerakan yang terus mengawal kepentingan publik.


“Ketika uang publik dirampas, yang hilang bukan hanya angka di atas kertas. Yang hilang adalah ruang kelas, pelayanan kesehatan, pekerjaan, infrastruktur, kesejahteraan petani, dan masa depan masyarakat. Karena itu kami mendorong Undang-Undang Perampasan Aset Koruptor segera disahkan agar aset hasil kejahatan bisa dipulihkan untuk kepentingan publik,” tegasnya.

Posko Perjuangan Rakyat, menurut Exi, berfungsi sebagai ruang alternatif: tempat konsolidasi, dapur solidaritas, bantuan hukum, pendidikan rakyat, media independen, jaringan antar-komunitas, koperasi, dan berbagai bentuk gotong royong.
“Posko bukan milik satu kelompok. Posko adalah ruang bersama bagi siapa saja yang datang dengan semangat solidaritas dan kepedulian terhadap kepentingan rakyat,” ujarnya.

Exi juga menekankan bahwa bersatu tidak berarti harus seragam.
“Kita boleh berbeda latar belakang, berbeda organisasi, berbeda cara berpikir. Tapi ketika berhadapan dengan persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat, kita bisa berdiri bersama. Perlawanan rakyat tidak harus kekerasan. Bisa lewat solidaritas, pendidikan, aksi damai, advokasi, kontrol publik, dan bantuan hukum,” pungkas Exi.

Tentang Posko Perjuangan Rakyat
Posko Perjuangan Rakyat di depan DPR RI adalah ruang terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang untuk bertemu, bertukar gagasan, membangun solidaritas, dan mempersiapkan perjuangan secara damai dan bertanggung jawab.(DW)
© Copyright 2022 - Global Netizen