Dr. Togar Situmorang Sebut Ini Perlawanan Terhadap Penjajahan Gaya Baru
Jakarta, Globalnetizen.id -Keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap MR alias "Bos Gendut", gembong jaringan peredaran narkoba Kampung Bahari, Jakarta Utara, disambut apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari praktisi hukum Dr. Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P. yang menyebut operasi ini sebagai bukti negara hadir dan tidak memberi ruang bagi kejahatan narkotika.
Sebelumnya Diberitakan, tim BNN meringkus MR pada Rabu, 12 Agustus 2026 di sebuah klinik kecantikan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. Ironisnya, saat ditangkap MR sedang menjalani prosedur sedot lemak. Pria ini telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak November 2025 dan diduga sebagai otak dari peredaran 98 kilogram sabu yang sempat menghebohkan wilayah Jakarta Utara.
Penangkapan ini menjadi angin segar di tengah kekhawatiran masyarakat atas masifnya peredaran narkoba yang menyasar anak muda di kawasan pesisir dan padat penduduk seperti Kampung Bahari.
"Ini Bukan Sekadar Penegakan Hukum"
Dr. Togar Situmorang menilai, keberhasilan BNN menangkap buronan kelas kakap ini memiliki makna lebih dari sekadar proses hukum.
"Kami sangat mengapresiasi kinerja BNN dan Polri. Penangkapan MR ini mengakhiri pelarian panjang seorang buronan besar. Ini bukan hanya penegakan hukum biasa, tapi ini adalah bentuk perlawanan kita terhadap penjajahan gaya baru," ujar Togar kepada wartawan, Kamis (14/8/2026).
Menurutnya, istilah "penjajahan gaya baru" sangat relevan disematkan pada jaringan narkoba. Sebab, dampaknya tidak kalah merusak dibanding penjajahan fisik.
" Narkoba ini menjajah pikiran, menjajah masa depan, dan menghilangkan generasi muda kita secara perlahan. Kalau tidak kita lawan bersama-sama, 10-20 tahun ke depan kita bisa kehilangan generasi produktif bangsa ini," tegasnya.
Togar yang juga dikenal sebagai advokat ini menambahkan, modus MR yang bersembunyi di balik klinik kecantikan menunjukkan betapa licinnya jaringan narkoba saat ini. Mereka memanfaatkan celah, gaya hidup, dan fasilitas modern untuk mengelabui aparat.
Sinergi Aparat dan Masyarakat Jadi Kunci
Dalam pernyataannya, Togar juga menyoroti pentingnya peran serta masyarakat. Ia menilai, tanpa dukungan informasi dari warga, akan sulit bagi aparat untuk menjangkau jaringan yang bergerak secara tertutup.
"Saya berharap sekali lagi kepada masyarakat yang mengetahui atau mengidentifikasi adanya peredaran maupun penyalahgunaan narkoba, agar segera melapor kepada aparat terdekat. Keberanian masyarakat untuk melapor adalah benteng paling depan kita. Jangan biarkan lingkungan kita dirusak oleh barang haram ini,"imbaunya.
Ia berharap keberhasilan penangkapan "Bos Gendut" menjadi momentum. Momentum untuk memperkuat sinergi antara BNN, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga RT/RW dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan.
Efek Jera dan Pemutusan Mata Rantai
Keberhasilan ini, kata Togar, diharapkan memberi efek jera bagi jaringan lain. Sekaligus memutus mata rantai distribusi di Jakarta Utara dan wilayah penyangga.
BNN sendiri mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor melalui call center 171 atau mendatangi kantor BNN/BNNP/BNNK terdekat. Kerahasiaan pelapor dijamin.
_"Kita harus kompak. Negara sudah menunjukkan taringnya lewat BNN. Sekarang giliran masyarakat ikut menjaga. Jangan sampai anak cucu kita jadi korban berikutnya,"_ tutup Togar. (DW)
BRAVO Badan Narkotika Nasional._ Perang melawan narkoba adalah perang kita semua.
---

Social Header