Breaking News

Polemik "Ketua BEM FEB UNPAM": Poster "Wanted" Alfi Viral, Mahasiswa UNPAM Desak Klarifikasi




UNPAM dan BEM Bersatu belum beri pernyataan resmi hingga Rabu 17 Juni 2026

JAKARTA, Globalnetizen.id - Nama Alfi, mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM), menjadi sorotan publik setelah tercantum sebagai "Ketua BEM FEB UNPAM" dalam daftar peserta konferensi pers BEM Bersatu, Jakarta Timur, Selasa 16 Juni 2025. Kehadirannya di forum bertajuk "Menyikapi Dinamika Gerakan Mahasiswa" memicu polemik internal kampus.

Dalam foto dokumentasi yang beredar, Alfi terlihat duduk di meja konferensi pers bersama perwakilan BEM dari sejumlah kampus Jabodetabek. Di belakang mereka terpampang banner "KONFERENSI PERS BEM BERSATU MENYIKAPI DINAMIKA GERAKAN MAHASISWA JAKARTA, 16 JUNI 2025".

Masalah mencuat setelah poster bergaya "Wanted" beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp mahasiswa UNPAM, Rabu 17 Juni 2026. Poster pertama menampilkan foto Alfi dengan tulisan "POLEMIK KETUA BEM UNPAM? MAHASISWA MINTA KLARIFIKASI!". 
Poster kedua lebih detail. Format mirip "mugshot" itu menulis: "WANTED UNTUK DIKONFIRMASI DAN PERMINTAAN KLARIFIKASI. NAMA: ALFI, FAKULTAS: EKONOMI & BISNIS, INSTITUSI: UNPAM". Tuntutannya: "Dibutuhkan keterangan atas klaim memalsukan mengenai kepemilikan atau posisi penting di UNPAM/BEM. Dipersilakan untuk menghubungi saluran resmi universitas untuk memberikan klarifikasi".

Akun Instagram @AliansiMahasiswaUNPAM juga mengunggah pernyataan meminta klarifikasi terkait representasi organisasi yang dipakai Alfi. "Siapa yang memberi mandat? Atas nama lembaga mana Alfi berbicara?" demikian kutipan pernyataan yang beredar.

Hingga rilis ini diturunkan pukul 19.37 WIB, Alfi belum memberikan keterangan resmi. Pihak Universitas Pamulang maupun BEM Bersatu juga belum mengeluarkan pernyataan untuk meluruskan polemik tersebut.

Vakumnya klarifikasi membuat spekulasi melebar. Padahal konferensi pers BEM Bersatu membahas isu krusial: penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dugaan adanya kepentingan politik dalam aksi mahasiswa. 

Insiden ini menjadi catatan: di era digital, representasi di forum publik menyangkut mandat, akuntabilitas, dan kepercayaan basis gerakan mahasiswa.(DW)
© Copyright 2022 - Global Netizen