DENPASAR, Globalnetizen.id - Made Hiroki, Direktur PT Aksara Cristy Legal, memperkenalkan konsep mesin pirolisis modern tanpa proses pembakaran langsung melalui unit inovasi MADEHIROKI SOLUSI AKSARA. Pengenalan teknologi ini bertepatan dengan perayaan Hari Raya Galungan yang jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 dan Kuningan 27 Juni 2026.
Made Hiroki mengatakan mesin pirolisis bekerja dengan sistem termal tertutup tanpa oksigen sehingga meminimalisir emisi dan potensi polusi berbahaya bagi lingkungan.
“Mesin pirolisis bekerja dengan sistem termal tertutup tanpa oksigen. Kami tidak membakar sampah. Kami ‘memasaknya’ di ruang tertutup. Hasilnya nol asap beracun,” ujar Made Hiroki di Denpasar, Selasa 16 Juni 2026.
Ia menjelaskan proses tersebut mampu mengonversi limbah padat menjadi material turunan bernilai ekonomi, seperti pyrolysis oil atau bahan bakar minyak, carbon black atau bahan baku industri, dan syngas atau gas industri.
Saat ini desain mesin telah memasuki tahap visualisasi konsep dalam bentuk animasi 3D dan ditargetkan segera direalisasikan untuk menjawab krisis sampah nasional. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat Indonesia menghasilkan sekitar 70 juta ton sampah per tahun.
“Ini bukan mimpi. Mesin yang akan segera dibangun. Kami tidak jual wacana. Kami jual solusi nyata untuk krisis sampah di 514 kabupaten/kota,” tegasnya.
Menurut Made Hiroki, pengembangan teknologi ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung tata kelola sampah berkelanjutan di Indonesia. Langkah tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan target Sustainable Development Goals (SDGs), serta didukung regulasi pemerintah seperti Perpres No. 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah.
“Teknologi terbaik adalah teknologi yang menyelesaikan masalah hari ini, sekaligus menjaga udara yang akan dihirup anak-anak kita besok,” kata Made Hiroki.
Di sisi lain, Made Hiroki juga mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat Hindu di Indonesia, khususnya di Bali dan perantauan. Ia menegaskan Galungan adalah momentum untuk mengalahkan adharma dalam diri dan menegakkan dharma sebagai pedoman hidup.
“Galungan ajarkan kita menang atas adharma dalam diri. Mari tegakkan dharma, jaga toleransi dan gotong royong untuk Indonesia. Nilai Tri Hita Karana sangat relevan untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah tantangan zaman,” ujarnya.
Made Hiroki berharap perayaan Galungan tahun ini menjadi penguat solidaritas sosial dan ajakan berbagi dengan sesama, tanpa membedakan suku, agama, dan golongan.(DW)

Social Header