Breaking News

KETUT KARIYASA ADNYANA & GEDE SUPRIATNA: GOTONG ROYONG LAWAR BULELENG, WUJUD NYATA DHARMA & TRI HITA KARANA

Anggota Komisi VIII DPR RI bersama Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng sembahyang bersama kader jelang Galungan

BULELENG, Globalnetizen.id - Menyambut Hari Raya Galungan 17 Juni 2026, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng menggelar gotong royong pembuatan lawar di Sekretariat DPC, Jalan Ngurah Sanggalangit, Desa Pemaron, Buleleng, Selasa 16 Juni 2026. Kegiatan ini dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan _I Ketut Kariyasa Adnyana, S.P._ dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng _Gede Supriatna, S.H._

Ratusan kader dan warga berbaju merah bahu-membahu mecaru daging babi, membuat lawar, hingga sate di halaman sekretariat. Meja prasmanan disiapkan untuk makan bersama seluruh warga yang hadir.

Ketut Kariyasa menegaskan, Galungan adalah momentum umat Hindu untuk mengalahkan adharma dalam diri dan menegakkan dharma lewat aksi nyata gotong royong.
“Galungan ajarkan kita menang atas adharma. Hari ini kita buktikan di Buleleng dengan kerja bersama. Kader, warga, semua duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Inilah semangat PDI Perjuangan: merawat kebhinekaan dan gotong royong warisan Bung Karno,” ujar Ketut Kariyasa Adnyana di sela kegiatan.

Ketua DPC Gede Supriatna menambahkan, kegiatan ini bentuk pengamalan nilai Tri Hita Karana yang diajarkan saat Galungan: menjaga harmoni dengan Tuhan, sesama, dan alam.

“Kami di Buleleng ingin Galungan bukan hanya ritual, tapi aksi nyata. Gotong royong bikin lawar, berbagi, sembahyang bersama. PDI Perjuangan hadir untuk rakyat, menjaga tradisi Bali agar tetap hidup,” kata Gede Supriatna, S.H.

Usai kerja bakti, Ketut Kariyasa dan Gede Supriatna bersama warga melaksanakan persembahyangan di pelinggih merajan sekretariat. Mengenakan busana adat putih, keduanya nunas Ida Sang Hyang Widhi Wasa memohon kerahayuan bagi seluruh umat.

“PDI Perjuangan tidak hanya hadir di ruang politik. Kami hadir merawat tradisi, merawat sesama. Semoga kemenangan dharma atas adharma membawa kedamaian lahir batin untuk Buleleng dan Indonesia,” tutup Ketut Kariyasa.

Acara ditutup dengan makan bersama lesehan. Lawar, sate, dan nasi disajikan untuk seluruh kader dan warga tanpa membedakan latar belakang. Anak-anak hingga orang tua larut dalam suasana kekeluargaan khas Bali.(DW)
© Copyright 2022 - Global Netizen