Breaking News

Di Balik Klaim Tradisi, Dugaan Sabung Ayam di Bali Diduga Tetap Beroperasi di Berbagai Wilayah

Aktivitas sabung ayam.

BALI, Globalnetizen.id – Sudah berulang kali diberitakan oleh berbagai media, namun dugaan praktik judi sabung ayam atau tajen di sejumlah wilayah Bali hingga kini disebut masih tetap berlangsung. Kondisi ini kembali memicu sorotan publik terkait efektivitas penegakan hukum terhadap aktivitas yang diduga melanggar ketentuan yang berlaku.

Di tengah posisi tajen yang kerap dikaitkan dengan tradisi Tabuh Rah dalam rangkaian upacara adat Hindu Bali, fakta di lapangan yang kembali mencuat justru menunjukkan adanya dugaan pergeseran aktivitas menjadi praktik yang melibatkan unsur perjudian dan berlangsung di sejumlah titik wilayah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, Sabtu (13/6/2026), aktivitas yang diduga mengandung unsur perjudian tersebut disebut masih terjadi di berbagai kabupaten/kota di Bali, mulai dari Denpasar, Badung, Gianyar, Bangli, Klungkung, Karangasem, Tabanan hingga Buleleng.

Sejumlah lokasi yang disebutkan antara lain di Kota Denpasar, seperti kawasan Jalan Mertajaya, Subak Dalem Gatot Subroto, Subali Padang Sambian, Kesiman, Banjar Teges, hingga Jalan Gunung Tangkuban Perahu.

Di wilayah Badung disebut berada di kawasan Canggu, Mengwi, Abiansemal, dan Buduk. Sementara di Gianyar meliputi Mas Ubud, Beng, Lodtunduh, dan Pejeng Tatiapi.

Di Bangli aktivitas disebut berada di Pengotan, Bangli Kota, Tembuku, Susut, dan Desa Sekaan. Di Klungkung meliputi wilayah Pakse Bali, Dawan, dan Banjarangkan.

Sementara di Karangasem disebut berada di Susuan, Karang Sokong, Pidpid, dan Sidemen. Di Tabanan meliputi Abian Tuwung Kediri, Gubuk, dan Tabanan Kota. Sedangkan di Buleleng disebut berada di Padang Keling, Banyuning, Runuk, Penglatan, dan Bengkala.

Salah satu sumber yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa aktivitas di beberapa lokasi disebut berjalan cukup rutin dengan skala yang tidak kecil.

“Setiap hari kegiatan bisa berlangsung dari pagi sampai sore. Yang datang juga cukup banyak, dan perputaran uangnya disebut bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran dalam satu kegiatan,” ujarnya.

Ia juga menyebut adanya dugaan bahwa aktivitas tersebut tidak berjalan secara spontan, melainkan memiliki pola pengaturan tertentu, mulai dari jadwal kegiatan hingga kesiapan lokasi di lapangan.

“Sudah ada pengaturan jadwal dan tempat, jadi tidak tiba-tiba,” tambahnya.

Di sisi lain, tokoh masyarakat adat menegaskan bahwa tabuh rah merupakan bagian dari upacara keagamaan Hindu Bali yang memiliki nilai spiritual, dan secara prinsip berbeda dengan praktik perjudian.

“Tabuh rah itu bagian dari yadnya, untuk keseimbangan spiritual, bukan untuk taruhan atau keuntungan ekonomi,” ujar seorang tokoh adat di Gianyar.

Namun demikian, pengamat sosial menilai bahwa ketika batas antara tradisi dan praktik yang diduga menyimpang menjadi kabur, hal tersebut dapat menimbulkan persoalan sosial dan budaya di tengah masyarakat. Kondisi ini dinilai perlu perhatian serius agar tidak terjadi pergeseran nilai adat yang dimanfaatkan untuk aktivitas melanggar hukum.

Sejumlah insiden kekerasan juga pernah terjadi di lokasi yang dikaitkan dengan aktivitas serupa, termasuk peristiwa yang sempat viral di wilayah Kintamani, Bangli, serta beberapa kejadian lain di arena yang sama. Meski demikian, keterkaitan langsung antara insiden tersebut dengan dugaan praktik perjudian masih memerlukan pendalaman aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan aktivitas tajen di sejumlah wilayah tersebut maupun langkah penindakan yang dilakukan.

Kondisi ini kembali memunculkan desakan publik agar aparat penegak hukum bertindak lebih tegas dan memberikan kejelasan atas informasi yang berkembang di masyarakat.
Verifikasi dan penegakan hukum yang konsisten dinilai menjadi kunci untuk memastikan tidak adanya ruang abu-abu antara tradisi budaya dan praktik yang diduga melanggar hukum, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap aparat di lapangan. (Tim/Red)
© Copyright 2022 - Global Netizen