Breaking News

Budiman Sudjatmiko Ungkap Detik-detik Penangkapan 11 Agustus 1996 di Depok: "Saya Pikir Akan Ditembak



Memoar eks aktivis PRD terkuak, dituding aktor Kudatuli 27 Juli 1996

JAKARTA, Globalnetizen.id - Budiman Sudjatmiko menceritakan detik-detik penangkapannya oleh aparat pada Minggu, 11 Agustus 1996 malam di kawasan Depok, Jawa Barat. Saat itu ia berusia 26 tahun dan bersama empat aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) sedang menonton pertandingan sepak bola Newcastle United vs Manchester United.

Menurut pengakuan Budiman kepada CNNIndonesia.com di Jakarta, Kamis 15 Maret, aparat berpakaian preman menggerebek rumah tersebut sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah digeledah, ia dan empat rekannya diborgol, matanya ditutup kain, lalu diseret ke sebuah mobil sekitar pukul 22.00 WIB.

"Di dalam truk, Budiman berpikir ia beserta empat kawannya bakal dibawa ke tempat yang jauh dari keramaian untuk kemudian dieksekusi mati oleh aparat. 'Saya pikir malah wah jangan-jangan kami ditembak nih, dibawa ke pantai dan ditembak jangan-jangan,' ucapnya," dikutip dari CNNIndonesia.com.

Budiman juga mengaku tidak mengetahui tujuan truk tersebut. "Dibawa ke sebuah tempat kami enggak tahu tempat apa namanya," katanya.

Singkat cerita, kelima aktivis itu dibawa ke markas intelijen ABRI. Di sana Budiman berdialog dengan Kepala BIA Zacky Anwar Makarim dan Komandan Satintel BIA Slamet Kirbiantoro. Saat dituduh sebagai dalang peristiwa 27 Juli 1996 alias Kudatuli di Kantor PDI Jalan Diponegoro, Jakarta, Budiman menjawab: "Tenang aja, Pak, ini baru permulaan. Suatu saat akan terjadi perubahan."

"Oh iya, Pak, saya akan bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan, tapi tidak akan saya pertanggungjawabkan apa yang saya tidak lakukan, karena apa yang terjadi kemarin itu adalah kesalahan bapak-bapak semua," tegas Budiman.

Budiman kemudian difonis 13 tahun penjara atas tuduhan sebagai aktor intelektual Kudatuli, padahal ia tidak berada di lokasi saat kejadian. Vonis tersebut kemudian dipotong menjadi 3 tahun.

Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 sendiri merupakan bentrokan antara pendukung PDI pimpinan Megawati Soekarnoputri dengan kubu Soerjadi yang didukung pemerintah Orde Baru di Kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro No. 58, Jakarta Pusat. Insiden itu menewaskan 5 orang versi resmi dan lebih dari 50 orang menurut Komnas HAM, serta memicu penangkapan 200+ aktivis.

*FAKTA SINGKAT KUDATULI 27 JULI 1996*
1. *Waktu & Tempat*: Sabtu, 27 Juli 1996 pukul 06.00 WIB, Kantor DPP PDI Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat
2. *Korban*: 5 tewas resmi, 50+ hilang/tewas menurut Komnas HAM
3. *Dampak*: Megawati dicopot, 200+ aktivis ditangkap, PRD dicap dalang, jadi pemicu Reformasi 1998
4. *Tuduhan ke Budiman*: Aktor intelektual Kudatuli. Vonis 13 tahun → 3 tahun(DW)
© Copyright 2022 - Global Netizen