TANGERANG, Globalnetizen.id
Jelang Peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE yang jatuh pada 31 Mei 2026, Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi PDI Perjuangan Sugianto, S.I.P, menyoroti kualitas demokrasi di Indonesia. Menurutnya, praktik demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia belum sepenuhnya menjawab harapan publik.
Pernyataan itu disampaikan Sugianto dalam keterangan tertulis, Minggu 24/5/2026. Ia menilai cita-cita reformasi untuk memperkuat demokrasi substantif masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Demokrasi bukan sekadar agenda lima tahunan. Pemerintah dan seluruh elemen negara perlu memastikan persoalan HAM dan penyempitan ruang sipil ditangani secara terbuka, adil, dan berkeadilan,” ujar Sugianto.
Sugianto, S.I.P, Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi PDI Perjuangan, saat menyampaikan pernyataan terkait kualitas demokrasi menjelang Waisak 2026. Ia menegaskan demokrasi substantif dan ruang partisipasi masyarakat sipil masih perlu dikawal bersama (Foto : Dokpri)
Kepercayaan Publik Tergerus
Sugianto menyebut rendahnya kepercayaan publik terhadap proses demokrasi dipicu dua hal: lemahnya penegakan hukum dan minimnya saluran partisipasi yang efektif.
Ia menegaskan PDI Perjuangan sebagai “partai wong cilik” mendorong kebijakan publik yang berpihak pada rakyat kecil dan terbuka terhadap kritik. Tanpa itu, demokrasi hanya berhenti pada seremoni pemilu tanpa substansi.
Waisak sebagai Refleksi Kebangsaan
Politikus PDI Perjuangan itu mengaitkan momentum Waisak dengan arah politik kebangsaan. Nilai kebajikan, toleransi, dan cinta kasih dalam ajaran Buddha, kata dia, relevan menjadi pijakan penyelenggara negara untuk kembali berpihak pada kepentingan rakyat.
Waisak memperingati tiga peristiwa penting Sang Buddha: kelahiran di Taman Lumbini, pencapaian pencerahan di bawah pohon Bodhi, dan wafat di Kusinara. “Nilai kesederhanaan dan kedamaian batin yang diajarkan penting untuk meredam politik transaksional dan arogansi kekuasaan,” ucapnya.
“Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE bagi seluruh umat Buddha di Indonesia dan dunia. Semoga cahaya Dharma mengingatkan kita semua untuk menjalankan amanah dengan bijaksana dan berpihak pada keadilan,” katanya.
Rangkaian Waisak Nasional 2026
Kementerian Agama RI telah menetapkan rangkaian Waisak Nasional 2026. Pengambilan Api Dharma dilakukan di Mrapen, Grobogan, 29 Mei 2026. Pengambilan Air Berkah di Umbul Jumprit pada 30 Mei 2026. Detik-detik Waisak jatuh 31 Mei 2026 pukul 15.44 WIB, ditutup Festival Lampion di Candi Borobudur yang biasanya diikuti ribuan umat Buddha dari dalam dan luar negeri.
“Sebagai kader PDI Perjuangan di DPRD Banten, kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan. Jangan biarkan demokrasi dibajak oleh kepentingan segelintir orang. Indonesia harus tetap damai, bersatu, dan berdaulat dalam keberagaman,” tutup Sugianto.(DW)

Social Header