JAKARTA, Globalnetizen.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama DPR RI menggelar Webinar Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan tema "Pendidikan Karakter dan Literasi Digital: Membangun Generasi Pemimpin Masa Depan", Kamis (15/10/2026).
Webinar yang digelar secara live dari Jakarta Selatan dan disiarkan melalui YouTube @DitjenKPM ini menghadirkan tiga narasumber utama: Anggota DPR RI I Nyoman Parta, S.H sebagai Keynote Speaker, akademisi Dr. Ir. Endah Murtiana Sari, ST, MM, dan LSPR Lecturer & Miss Internet Indonesia 2019 Ni Luh Putu Diah Desvi Arina, M.I.Kom. Acara dipandu moderator Ranny Ariska dan MC Sivi Maynika.
Dalam paparannya, I Nyoman Parta menegaskan bahwa pemimpin masa depan tidak cukup hanya cerdas secara teknologi, tetapi harus memiliki fondasi karakter yang kuat. Menurutnya, literasi digital adalah kunci untuk menghadapi banjir informasi, hoaks, dan disrupsi AI.
"Media sosial memberi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, tetapi rentan menjadi jalur penyebaran hoaks. Penguasaan literasi digital adalah kunci mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas," ujar Nyoman Parta.
Sementara itu, Dr. Ir. Endah Murtiana Sari menyoroti pentingnya integrasi pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila dalam kurikulum. Ia menyebut, masa depan bukan hanya milik mereka yang pintar menggunakan AI, tetapi mereka yang mampu menggabungkan kecerdasan, teknologi, dan karakter.
Senada, Ni Luh Putu Diah Desvi Arina menekankan pentingnya kecakapan komunikasi digital. Generasi Z dan milenial, kata dia, harus didorong tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang bertanggung jawab, kritis, dan beretika.
"Jangan hanya bercita-cita menjadi pemimpin karena mengincar jabatan. Jadilah pemimpin karena mampu menghadirkan manfaat. Kepemimpinan sejati dimulai dari kemampuan mengelola diri sendiri dan menghargai perbedaan," kata salah satu narasumber.
Webinar ini juga membahas prinsip Tanya, Cek, Olah, dan Rasa dalam penggunaan AI, serta pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, industri, dan masyarakat untuk mencetak Pelajar Pancasila yang siap menjadi pemimpin di era Indonesia Emas 2045.
Acara yang diikuti ratusan peserta via Zoom ini diharapkan mampu memperluas wawasan generasi muda tentang kepemimpinan dan literasi digital, agar mampu menyaring informasi, memahami jejak digital, dan membangun karakter tangguh di ruang publik.(DW)

Social Header