Breaking News

Enam Aspirasi Mengemuka di Reses Alrizoma Akrom DPRD Kota Tangerang, Didampingi Yulius Setiarto Anggota Komisi III DPR RI di Kreo Selatan, Dari Pos Pol, Penambahan Gedung, hingga Zebra Cross Sekolah

KOTA TANGERANG, Globalnetizen.id -
Reses ke-1 DPRD Kota Tangerang Masa Sidang 2026-2027 yang digelar Anggota DPRD Kota Tangerang Alrizoma Akrom, S.H., M.I.Kom dari Dapil 4 (Ciledug, Larangan, Karang Tengah) di Jl. Bahagia 4 RT.003/RW.002 Kreo Selatan, Larangan, berlangsung hangat dan menyerap enam aspirasi krusial warga RW 02.

Reses yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya itu dihadiri Anggota Komisi III DPR RI Yulius Setiarto, PAC PDI Perjuangan Karang Tengah, Larangan, Ciledug, para Ketua RT 01 hingga RT 06, kader Posyandu, serta perwakilan Lurah Kreo Selatan.

Alrizoma Akrom dalam sambutan awalnya menjelaskan posisinya di Komisi IV yang membidangi pembangunan, perumahan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup. "Reses ini bukan seremonial, ini forum warga untuk menagih janji pembangunan," katanya.

Lurah Kreo Selatan yang diwakili Zaenal mengakui banyak pembangunan di RW 02 yang belum terealisasi. "Saya dadakan ditugaskan Pak Lurah yang kurang sehat. Kami titip agar reses ini membawa hasil konkret untuk RW 02," ujar Zaenal singkat.

Anggota Komisi III DPR RI Yulius Setiarto yang hadir memberi catatan khusus. Ia memuji Alrizoma sebagai legislator muda yang aktif di akar rumput. "Masih muda, aktif, banyak pengalaman. Semoga hasil reses ini berdampak langsung ke RW ini," kata Yulius.

Yulius juga mengingatkan peran ketua RT sebagai ujung tombak. "Kalau ada hal baik jarang disebut, kalau ada masalah, RT paling pertama dicari," katanya.
Yulius Setiarto Anggota Komisi III DPR RI: " Reses adalah sarana formal, namun penyerapan aspirasi juga harus dilakukan secara informal. "Nongkrong di warung, ngopi bareng, senam bareng ibu-ibu, di situ masalah warga bisa dipotret,".

Soal Polsek, Yulius Janji Kawal ke Polda Metro Jaya

Dari sesi tanya jawab, enam persoalan mengemuka. Paling disorot adalah permintaan penambahan Pos Polisi di tiap kecamatan.

Saat ini, Polsek Ciledug harus membawahi tiga kecamatan sekaligus: Ciledug, Larangan, dan Karang Tengah. Warga menilai tidak ideal, terutama menjelang liburan sekolah dan bulan puasa yang rawan tawuran pelajar.

Menjawab itu, Yulius mengakui kondisinya memang kurang. "Setahu saya setiap kecamatan itu satu Polsek. Kalau belum bisa satu Polsek, minimal Pos Pol diadakan. Anggota diperbanyak untuk antisipasi tawuran," kata dia.

Yulius berjanji mengkonsolidasikan usulan tersebut ke Polda Metro Jaya. "Karena Kota Tangerang itu masuknya masih ikut Metro, jadi akan saya konsentrasikan dengan Polda Metro Jaya," kata Yulius.

Tak hanya soal Pos Pol, Yulius juga menyinggung persoalan lahan kantor kelurahan yang masih pinjam pakai dengan Kementerian Luar Negeri. Ia mengaku siap mengawal karena lama bertugas di Komisi I DPR RI dan masih menjadi anak buah Utut Adianto.

"Sepanjang Kota Tangerang siap mengajukan permohonan pinjam pakai dengan Kementerian Luar Negeri, saya siap membantu mengawal surat dan permohonan itu ke pusat," ujarnya.

Aspal Rusak, PJU Mati, Sekolah Minim

Aspirasi kedua datang dari Ketua RT 04, Dasuki. Ia mengeluhkan jalan di RT 04 RW 02 sepanjang 80 meter lebar 3 meter yang belum pernah diaspal dan kini rusak.

Aspirasi ketiga adalah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang banyak mati di RW 02. Warga menyebut lingkungan menjadi gelap dan rawan kejahatan malam hari.

Keempat, warga meminta penambahan gedung sekolah negeri di Kelurahan Kreo Selatan yang dinilai tidak sebanding dengan kepadatan penduduk.

Langsung Realisasi Meja Posyandu dan Kipas Angin

Untuk aspirasi kelima, kader Posyandu meminta meja pelayanan. Alrizoma langsung merespons dengan bantuan konkret.

"Untuk Meja Posyandu dan Kipas Angin, segera diberikan masing-masing 3 unit untuk Posyandu RW 02 Kreo Selatan," tegas Alrizoma. Ia mengatakan bantuan akan segera disalurkan agar pelayanan balita dan lansia lebih nyaman.

Zebra Cross SDN Kreo Mendesak

Aspirasi keenam yang baru muncul adalah permintaan pembuatan zebra cross di sekitar SDN Kreo di Jl. Raya Ciledug. Warga khawatir keselamatan anak sekolah saat menyeberang di jalan yang padat.

Alrizoma menyatakan akan mengawal langsung ke Dinas Perhubungan Kota Tangerang. "Ini urgent untuk keselamatan anak-anak kita. Akan saya kawal agar segera dibuatkan marka zebra cross dan rambu sekolah," katanya.

Alrizoma menutup dengan komitmen membawa keenam aspirasi tersebut ke sidang paripurna DPRD Kota Tangerang dan mengawalnya hingga masuk APBD Kota Tangerang.(DW)
© Copyright 2022 - Global Netizen