Breaking News

Di Tengah Kesibukan Ngayah, Warga Tista Antusias Ikuti Safari Kesehatan STIKES Singaraja

Kaum ibu mendominasi warga yang antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dalam safari kesehatan STIKES Singaraja di Balai Banjar Tista, Desa Adat Tista, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Selasa (6/10/2026).

BULELENG, Globalnetizen.id – Kegiatan ngayah warga di Balai Banjar Tista, Desa Adat Tista, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Selasa (6/10/2026), berlangsung bersamaan dengan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar STIKES Singaraja.

Kehadiran layanan kesehatan tersebut langsung dimanfaatkan warga. Mereka yang sedang melakukan persiapan upacara di Pura Pucak menyempatkan diri mendatangi tempat pemeriksaan setelah mengetahui adanya kegiatan safari kesehatan.

Kaum ibu tampak paling banyak mengikuti pemeriksaan. Meski demikian, layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi perempuan. Warga lainnya yang mengetahui kegiatan itu juga ikut memeriksakan kondisi kesehatan mereka di sela-sela aktivitas ngayah.

Lima mahasiswa STIKES Singaraja terlibat langsung dalam pelayanan tersebut dengan didampingi dr. Antariksawan. Sejumlah pemeriksaan dasar diberikan kepada masyarakat, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol hingga asam urat. Warga juga memperoleh vitamin dalam kegiatan tersebut.

Di satu sisi warga tetap menjalankan kegiatan gotong royong mempersiapkan upacara, sementara di sisi lain pelayanan kesehatan berjalan melayani warga yang datang secara bergantian.

Dr. Antariksawan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Pada dasarnya kami memiliki landasan tiga pilar Tridharma Perguruan Tinggi, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, kami sangat terbuka membantu masyarakat dari berbagai lapisan, khususnya di Buleleng, yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan secara gratis,” ujarnya.

Ia menyebut kegiatan seperti ini dapat dilakukan di wilayah lain yang membutuhkan. Masyarakat maupun desa yang ingin memperoleh layanan pengabdian kesehatan dapat menyampaikan permohonan kepada pihak kampus.

STIKES Singaraja, menurutnya, akan menyesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan waktu dan kemampuan tim. Selain pemeriksaan kesehatan dasar, pihaknya juga memiliki kompetensi dalam complementary therapy, termasuk akupresur dan akupunktur.

“Kalau ada desa manapun yang membutuhkan kegiatan pengabdian masyarakat, bisa bersurat kepada kampus kami. Jika waktunya memungkinkan, kami akan datang dan melaksanakan kegiatan tersebut. Kami menyebutnya safari kesehatan,” katanya.

Dr. Antariksawan menambahkan, pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan kolesterol menjadi bagian yang penting untuk dilakukan karena persoalan kesehatan tersebut cukup banyak dijumpai di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, ia berharap akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan dasar dapat semakin mudah, terutama bagi warga yang belum sempat melakukan pemeriksaan secara rutin.

“Jadi, desa-desa di Buleleng maupun di Bali secara keseluruhan yang membutuhkan kegiatan seperti ini bisa bersurat kepada kampus. Kami akan berupaya datang dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Respons positif juga disampaikan Jro Made Enteg, salah seorang warga Desa Adat Tista. Ia menilai kehadiran pelayanan kesehatan di tengah kegiatan ngayah memberikan kemudahan bagi warga karena pemeriksaan dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan lingkungan banjar.

“Kebetulan hari ini kami sedang ngayah dan kegiatan pelayanan kesehatan ini disambut baik oleh masyarakat,” ujar Jro Made.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan yang diberikan cukup membantu warga untuk mengetahui kondisi tubuh masing-masing, khususnya melalui pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Masyarakat bisa memeriksakan kesehatan, baik gula darah, tensi, kolesterol maupun asam urat. Dengan adanya pemeriksaan seperti ini, kami menjadi lebih mengetahui kondisi kesehatan masing-masing,” katanya.

Jro Made Enteg berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di Desa Adat Tista dan wilayah desa adat lainnya. Ia menilai kegiatan safari kesehatan semacam itu dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan. Kalau bisa, kembali diadakan safari kesehatan di Desa Adat Tista sehingga masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan perguruan tinggi dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Di tengah kesibukan warga mempersiapkan kegiatan keagamaan, pemeriksaan kesehatan tetap dapat dilakukan secara bersamaan sehingga warga tidak harus memilih antara menjalankan ngayah dan memeriksakan kondisi kesehatannya. (Npi)

© Copyright 2022 - Global Netizen