Eduard Orocomna, S.T Apresiasi Pembangunan Bintuni, Harap Sinergi Budaya dan Otsus Tepat Sasaran untuk Masa Depan Anak Adat
BINTUNI, PAPUA BARAT, Globalnetizen.id
Dalam semangat menyambut Hari Kebudayaan Nasional 2026 yang jatuh pada tanggal 17 Oktober 2026, Anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Pokja Adat Kabupaten Teluk Bintuni, Eduard Orocomna, S.T, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni atas komitmen pembangunan yang terus berjalan di tanah Sisar Matiti.
Eduard menilai, momentum Hari Kebudayaan Nasional yang merujuk pada penetapan lambang negara Garuda Pancasila tahun 1951 ini adalah saat yang tepat untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga kultur Orang Asli Papua (OAP).
"Kami di MRPB Pokja Adat melihat Pemkab Teluk Bintuni di bawah kepemimpinan Bupati telah bekerja keras membangun infrastruktur dan menarik investasi. Ini patut diapresiasi. Namun kami ingin pembangunan ini semakin lengkap dengan penguatan fondasi budaya Anak 7 Suku," ujar Eduard dalam keterangan persnya, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, pembangunan tanpa budaya akan kehilangan jati diri. Teluk Bintuni yang kaya akan sumber daya alam gas dan hutan sagu terbesar di Asia Tenggara harus tetap menjaga identitas 7 suku adat sebagai pemilik hak ulayat.
4 HARAPAN KONSTRUKTIF MRPB POKJA ADAT UNTUK PEMKAB TELUK BINTUNI:
1. Budaya Jadi Panglima Pembangunan
Eduard berharap pembangunan di Teluk Bintuni tetap berpijak pada kearifan lokal 7 suku: Kuri, Wamesa, Sebyar, Moskona, Sough, Irarutu, dan Sumuri, agar masyarakat adat tidak hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri, tetapi menjadi subjek utama pembangunan.
2. Kolaborasi Selamatkan Bahasa dan Sagu
MRPB Pokja Adat siap bersinergi penuh dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk program pelestarian bahasa ibu yang mulai tergerus zaman dan perlindungan dusun sagu sebagai sumber kehidupan dan identitas pangan lokal orang Papua.
3. Dana Otsus Tepat Sasaran, Kembali ke Akar Budaya
"Kami berharap dana Otsus yang dikelola Pemkab dapat semakin tepat sasaran untuk pemberdayaan budaya: beasiswa anak adat hingga perguruan tinggi, penguatan sanggar-sanggar budaya di 24 distrik, dan pemberdayaan ekonomi mama-mama Papua berbasis noken dan olahan sagu," harap Eduard.
Dana Otsus, kata dia, harus kembali ke akar, yaitu memperkuat manusia Papua yang berbudaya, bukan hanya proyek fisik semata.
4. Perkuat Lembaga Adat Sebagai Mitra Pemerintah
MRPB Pokja Adat siap menjadi jembatan aspirasi masyarakat adat dan mitra strategis Pemkab dalam setiap kebijakan terkait tanah ulayat, investasi, dan pemekaran distrik agar tidak menimbulkan konflik sosial.
Di akhir pernyataannya, Eduard menyampaikan pesan kebudayaan:
"Selamat Hari Kebudayaan Nasional 2026! Mari kita jaga budaya Papua, khususnya Teluk Bintuni, agar tetap relevan di era digital. Bersama Pemkab, kita wujudkan pembangunan yang berbudaya dan sejahtera untuk Anak 7 Suku. Budaya lestari, Otsus tepat sasaran, Bintuni maju!" tutup Eduard.
Rilis ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kemajuan Teluk Bintuni di masa depan harus seimbang antara investasi modern dan pelestarian adat 7 suku sebagai pondasi utama.
(Dwi Wahyudi)

Social Header