Breaking News

Aksi Heroik Di Larangan Utara: Zaenal Abidin Perbaiki Paving Jebol Swadaya, Sindir Proyek Asal Jadi Pemkot Tangerang

TANGERANG, Globalnetizen.id -
Di tengah carut-marutnya kualitas proyek infrastruktur di Kota Tangerang, aksi heroik seorang warga RT 05 RW 11 Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, menjadi oase kepedulian.

Namanya Zainal Abidin. Bukan pejabat, bukan kontraktor. Hanya warga biasa yang peduli.

Senen pagi, 28 September 2026, saat warga lain masih leyeh-leyeh, Zainal justru terlihat bersimbah keringat. Berbekal linggis pinjaman dari rumah, ember adukan semen, dan sebuah cetok kecil, ia memperbaiki jalan paving block yang amblas dan jebol di gang pemukiman padat penduduk itu.

JALAN AMBLAS, GORONG-GORONG PECAH, WARGA TERANCAM
Kondisi jalan di RT 05 RW 11 memang memprihatinkan. Hasil pantauan awak media di lapangan, paving block amblas hingga 20 cm. Tutup gorong-gorong beton pecah, menganga lebar.

Lubang itu sangat membahayakan. Anak-anak yang bermain sepeda, ibu-ibu yang mengantar anak sekolah, hingga pengendara motor ojek online yang melintas, setiap detik terancam terperosok.

"Kalau malam, tidak kelihatan Om. Sudah 3 motor hampir jatuh di sini," ujar salah satu ibu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kerusakan ini diduga kuat akibat dua faktor. Pertama, jalan lingkungan yang hanya didesain untuk pejalan kaki, kerap dilintasi kendaraan bermotor bahkan mobil yang melebihi kapasitas. Kedua, yang paling disorot warga, adalah kualitas proyek paving block itu sendiri yang diduga dikerjakan asal jadi.

"Pemasangan paving blok dipasang Semennya tipis, adukan tidak padat. Ya begini jadinya," keluh warga lain.

BAWA LINGGIS DARI RUMAH, KERJA TANPA DIBAYAR

Yang membuat aksi Zainal Abidin ini istimewa, ia melakukannya tanpa pamrih. Tidak ada upah, tidak ada instruksi dari Lurah, tidak ada bantuan alat berat dari Dinas PUPR.

Kepada awak media, Zainal mengaku tergerak atas laporan ibu-ibu warga.

"Ini abdi masyarakat, Om. Perbaikan jalan yang amblas atas dasar laporan warga, minta diaspal. Tapi belum ada tindakan, ya kita perbaiki dulu swadaya," ujar Zainal dengan logat Betawi yang kental, sambil terus mengaduk semen.

Aksi spontan ini sontak mendapat apresiasi dari warga sekitar. Ibu-ibu yang biasanya berkumpul dibawah Pos Kamling menyaksikan Zainal bekerja. Mereka menyodorkan air minum dan kopi sebagai bentuk terima kasih.

"Pak Zainal ini memang dari dulu peduli. Got mampet dia yang bersihkan, lampu mati dia yang benerin. Orang baik," kata Seorang Ibu, warga RT 05.

SINDIRAN TELAK UNTUK PEMKOT TANGERANG

Aksi Zainal Abidin ini bukan sekadar kerja sosial. Ini adalah sindiran telak bagi Pemerintah Kota Tangerang.

Jika seorang warga dengan linggis dan ember saja bisa peduli, mengapa pemerintah dengan anggaran miliaran rupiah seolah tutup mata?

Warga RT 05 RW 11 kini berharap ada tindakan nyata. Bukan sekadar tambal sulam. Mereka meminta pengaspalan permanen dan audit kualitas proyek paving block di kawasan Larangan Utara.

"Jangan menunggu ada korban jatuh dulu baru diperbaiki. Kalau warga saja peduli, harusnya pemerintah lebih peduli," tegas warga dengan nada kecewa.

Fenomena Zainal Abidin ini menjadi cermin. Di satu sisi, kita masih memiliki semangat gotong royong yang luar biasa. Di sisi lain, ini menjadi alarm bahwa pengawasan proyek infrastruktur di Kota Tangerang masih sangat lemah.(DW)


© Copyright 2022 - Global Netizen