Jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, pernyataan HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur kembali menjadi sorotan publik.
Setelah sebelumnya menyinggung dua kandidat Ketua Umum PBNU periode 2026–2031, kali ini Gus Lilur menyeret nama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Ia menduga Dasco ikut terlibat dalam dinamika internal NU menjelang muktamar.
Klaim soal “Londo Ireng” dan “Panitia Sembilan”
Dalam keterangannya, Gus Lilur menyebut ada pertemuan yang ia istilahkan sebagai kelompok “Londo Ireng” yang dikaitkan dengan representasi kelompok Istana. Pertemuan itu juga disebut sebagai “Panitia Sembilan”.
Menurut Gus Lilur, pertemuan tersebut digelar atas perintah Presiden di lingkungan Istana, tepatnya di kantor Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Ia mengklaim mendapat informasi dari sejumlah sumber bahwa pertemuan itu dipimpin oleh Sufmi Dasco Ahmad. Sejumlah pejabat negara disebut turut hadir, di antaranya:
1. Kepala BIN Jenderal Purn. Hendra
2. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
3. Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
4. Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro
5. Menteri Agama Nasaruddin Umar
6. Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf
Gus Lilur juga menyebut adanya jejaring pejabat lain di sekitar pemerintahan yang dikaitkan dengan dinamika ini. Nama-nama yang disebut antara lain Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
Isu ini menambah panas dinamika politik menjelang Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Muktamar tersebut akan menentukan kepengurusan PBNU periode 2026–2031.(DW)

Social Header