BORONG, Globalnetizen.id -
Gempa bumi yang mengguncang Flores beberapa hari lalu meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Manggarai Timur. Menjawab penderitaan rakyat, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Timur bergerak cepat dengan mendirikan 22 Dapur Umum di 7 kecamatan terdampak.
Langkah ini menjadi bukti nyata semangat "Tertawa dan Menangis Bersama Rakyat" yang diusung Partai.
Ketua DPC PDI Perjuangan Manggarai Timur, Selphyanus Tovin, menegaskan bahwa hadirnya partai di tengah bencana adalah kewajiban moral. Kader tidak boleh hanya menunggu di kantor, tapi harus turun langsung ke lapangan.
"Ketika rakyat kami tertimpa musibah, maka kami harus ada di sana. Menangis bersama dalam duka, dan tertawa bersama saat kita mulai bangkit. Itulah jati diri PDI Perjuangan," ujar Selphyanus Tovin.
22 Dapur Umum Tersebar di 7 Kecamatan
Hingga Senin [18/8], 22 titik Dapur Umum telah aktif melayani pengungsi dan warga terdampak. Dapur-dapur ini tersebar di 7 kecamatan paling parah terdampak gempa di Manggarai Timur, di antaranya Elar, Borong, Lamba Leda, dan kecamatan lainnya.
Setiap Dapur Umum dikelola langsung oleh kader PDI Perjuangan bersama relawan, ibu-ibu ranting, dan Pemuda Banteng. Menu yang disajikan pun disesuaikan dengan kebutuhan gizi, terutama untuk anak-anak dan lansia. Dapur beroperasi 3 kali sehari.
"Kami tidak hanya bagi nasi bungkus. Kami pastikan ada lauk, sayur, dan air bersih. Karena memulihkan tenaga korban adalah prioritas utama kami saat ini," jelas Koordinator Dapur Umum DPC.
"Perhatian Khusus untuk Anak-Anak: Ganjar Pranowo Borong Mainan di Pasar Cancar"
Di tengah upaya pemulihan, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak korban gempa. Saat melakukan kunjungan ke Manggarai Timur, Ganjar Pranowo menyempatkan diri singgah di Pasar Cancar.
Melihat kondisi anak-anak yang masih diliputi trauma, Ganjar kemudian memborong mainan untuk dibagikan kepada mereka. Mainan sederhana itu diharapkan menjadi penghibur sekaligus membuka ruang bagi anak-anak untuk kembali tersenyum dan bermain.
"Pelan-pelan kita pulih. Kita bermain lagi, belajar lagi, tertawa lagi. Masa depan kalian masih panjang. Dan kami akan terus berjalan bersama kalian," kata Ganjar.
Bagi anak-anak yang kehilangan kenyamanan rumah dan harus hidup di pengungsian, perhatian kecil ini menjadi penguat. Mainan yang dibagikan menjadi simbol bahwa di tengah bencana, anak-anak tetap berhak mendapatkan ruang untuk bermain dan merasakan kembali kegembiraan.
Kunjungan Ganjar ke NTT bersama sejumlah kader dan relawan PDIP dilakukan di tengah upaya membantu warga terdampak gempa. Selain meninjau lokasi pengungsian, rombongan juga memberikan perhatian kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak.
Gotong Royong Jadi Kunci
Pendirian Dapur Umum ini sepenuhnya hasil gotong royong. Mulai dari penggalangan logistik, pemasakan, hingga distribusi dilakukan oleh kader partai dari tingkat DPC, PAC, hingga Ranting.
Banyak kader yang datang dari desa lain rela tidur di tenda demi memastikan dapur tetap beroperasi. Beberapa UMKM lokal juga dilibatkan untuk memasok bahan baku, agar ekonomi warga terdampak tetap berputar.
Sekretaris DPC menambahkan, aksi ini adalah bentuk pengabdian kader. "Kami belajar dari Ibu Megawati. Di saat rakyat susah, PDI Perjuangan harus jadi yang terdepan. Bukan pencitraan, tapi kerja nyata," tegasnya.
Selain Makan, Kader Juga Beri Dukungan Psikososial
Selain memastikan warga tidak kelaparan, para kader juga memberikan dukungan psikososial. Anak-anak diajak bermain, ibu-ibu dikumpulkan untuk saling menguatkan.
"Kami ingin korban merasa tidak sendirian. Ada partai, ada negara, ada sesama anak bangsa yang peduli," ujar salah satu kader perempuan yang bertugas.
DPC PDI Perjuangan Manggarai Timur berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat sampai masa pemulihan selesai. Bantuan tidak akan berhenti di dapur umum, tapi akan dilanjutkan dengan program rehabilitasi rumah dan pemberdayaan ekonomi warga.
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Timur terus menguatkan peran sebagai partai pelopor dalam aksi kemanusiaan. Dengan semangat gotong royong dan ideologi Pancasila, kader berkomitmen hadir untuk rakyat dalam suka maupun duka.(DW)

Social Header