Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai mengoperasikan penerangan kawasan Titik Nol Singaraja melalui penyalaan simbolis yang dipimpin Bupati I Nyoman Sutjidra, Selasa (23/6/2026). Kehadiran lampu-lampu trotoar ini menjadi bagian dari penyempurnaan proyek penataan ruang publik yang akan segera diresmikan.
Buleleng Bali, Globalnetizen.id - Kawasan Titik Nol Kota Singaraja kini mulai menunjukkan wajah barunya. Setelah proses penataan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir, Pemerintah Kabupaten Buleleng melakukan penyalaan perdana puluhan lampu trotoar di kawasan tersebut pada Selasa (23/6/2026) malam.
Penyalaan lampu dilakukan langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna dan Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra. Sebanyak 75 lampu trotoar mulai difungsikan sebagai bagian dari tahapan akhir revitalisasi kawasan yang berada di pusat Kota Singaraja itu.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana kawasan berubah cukup signifikan. Cahaya lampu yang membentang di sepanjang area trotoar menghadirkan kesan lebih terang, tertata, dan ramah bagi pejalan kaki. Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas maupun menikmati suasana malam di pusat kota.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan penataan kawasan Titik Nol saat ini telah memasuki tahap penyelesaian dengan progres mencapai sekitar 90 persen. Pemerintah menargetkan kawasan tersebut dapat diresmikan secara penuh pada 29 Juli 2026 mendatang.
Menurutnya, sejumlah fasilitas pendukung masih akan ditambahkan untuk menunjang fungsi kawasan sebagai ruang publik. Di antaranya pemasangan kursi taman serta penanaman pohon tabebuya yang selain berfungsi sebagai peneduh juga diharapkan mampu memperindah kawasan.
“Kami ingin kawasan ini tidak hanya menjadi tempat yang indah dipandang, tetapi juga nyaman dimanfaatkan masyarakat untuk berinteraksi, bersantai, maupun menikmati suasana Kota Singaraja,” ujar Sutjidra.
Selain aspek estetika, pemerintah juga menaruh perhatian pada faktor keamanan. Untuk mendukung pengawasan, kawasan tersebut akan dilengkapi dengan kamera pengawas atau CCTV yang dipasang di sejumlah titik strategis.
Pengamanan juga akan melibatkan unsur pecalang dari Banjar Paketan dan Banjar Tegal, Desa Adat Buleleng. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga ketertiban sekaligus mencegah terjadinya aksi vandalisme yang berpotensi merusak fasilitas publik.
Di sisi lain, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi balap liar dan kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi di sekitar kawasan. Sejumlah fasilitas pengendali kecepatan atau speed trap akan dipasang pada akses masuk dari arah utara, timur, dan barat.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, Pemkab Buleleng juga telah menyiapkan sejumlah lokasi parkir resmi. Kantong parkir tersedia di area Kantor Bapenda Buleleng, Gedung Laksmi Graha, dan kawasan Kantor Bupati Buleleng.
Penataan kawasan perkotaan tersebut tidak berhenti di Titik Nol. Pemerintah Kabupaten Buleleng telah merancang program revitalisasi lanjutan yang akan menjangkau sejumlah kawasan strategis lainnya, termasuk area Puri Buleleng, Pasar Buleleng hingga wilayah Setra Buleleng.
Melalui penataan tersebut, pemerintah berharap kawasan pusat Kota Singaraja dapat berkembang menjadi ruang publik yang representatif, nyaman, dan memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengunjung yang datang ke Buleleng.
Dengan mulai beroperasinya sistem penerangan baru itu, wajah malam Singaraja kini tampil lebih hidup. Kawasan Titik Nol yang selama ini menjadi titik pertemuan berbagai aktivitas masyarakat perlahan bertransformasi menjadi ruang publik modern yang memadukan unsur keindahan, kenyamanan, dan keamanan dalam satu kawasan. (Smt)

Social Header