“Bung Karno wafat, tapi gagasan kemerdekaan berpikir dan berdaulat harus hidup di generasi muda”
TANGERANG,Globalnetizen.id - Bangsa Indonesia memperingati haul wafat Presiden Pertama RI Ir. Soekarno ke-56, Minggu 21/6/2026. Bung Karno wafat di Jakarta pada 21 Juni 1970. Tanggal ini sekaligus menjadi puncak rangkaian Bulan Bung Karno VIII yang diperingati secara nasional sepanjang Juni. Rangkaian dimulai dari Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno 6 Juni, hingga Haul 21 Juni.
Fungsionaris REPDEM Kota Tangerang Petrus Herman menilai momentum ini bukan sekadar napak tilas sejarah, tapi refleksi untuk generasi muda hari ini.
“Bung Karno wafat secara fisik 21 Juni 1970, tapi perjuangannya belum selesai. 56 tahun kemudian ujinya hari ini: apakah anak muda Indonesia masih punya keberanian berpikir merdeka, berani berbeda, dan berani bersatu di tengah perbedaan,” kata Petrus Herman.
3 Warisan Bung Karno yang Harus Ditiru
Menurut Petrus, ada 3 sikap Bung Karno yang relevan dan wajib ditiru generasi muda Indonesia:
1. Berani berpikir merdeka: Bung Karno berani melawan arus, berani menggagas Indonesia merdeka saat dunia masih dijajah. “Anak muda hari ini harus berani punya gagasan, berani kritik yang membangun, bukan ikut-ikutan arus buzzer,” ujarnya.
2. Menjaga persatuan dalam keberagaman: Konsep Bhineka Tunggal Ika lahir dari cara Bung Karno merangkai ribuan suku dan agama jadi satu bangsa. “Di era media sosial yang gampang pecah, anak muda harus jadi penengah, bukan pemecah,” kata Petrus.
3. Semangat berdaulat di segala bidang: Politik berdikari, ekonomi berdikari, budaya berdikari. “Berdaulat artinya tidak tergantung. Anak muda harus berani ciptakan lapangan kerja, bukan cuma jadi pencari kerja. Kuasai teknologi, kuasai karya,” tegasnya.
Harapan untuk Puncak Bulan Bung Karno VIII
Petrus berharap peringatan haul ke-56 tidak berhenti di upacara dan ziarah makam. Ia ingin semangat Trisakti Bung Karno diterjemahkan ke tindakan nyata anak muda.
“Ziarah ke Blitar boleh, tapi ziarah paling bermakna adalah ketika anak muda Tangerang, Papua, Aceh, sama-sama berani ambil peran untuk Indonesia. Itu cara paling jujur menghormati Bung Karno di akhir Bulan Bung Karno VIII,” pungkasnya.(DW)

Social Header