BULELENG, Bali — Suasana pagi yang seharusnya menjadi awal aktivitas biasa berubah menjadi tragedi memilukan di jalur utama Singaraja–Denpasar, tepatnya di Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Selasa (23/6/2026).
Pasangan suami istri pemilik sebuah villa di kawasan Pancasari, Hidajat Maruta (81) dan Indrawati Setiabudi (62), meninggal dunia setelah kendaraan Suzuki Pick Up yang mereka tumpangi dihantam sebuah minibus HiAce yang melaju dari arah Denpasar menuju Singaraja. Tragisnya, seekor anjing peliharaan yang berada di dalam kendaraan tersebut juga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 07.50 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu Indrawati mengemudikan Suzuki Pick Up DK-8241-YU yang keluar dari area rumah atau villa mereka yang berada di sisi barat jalan nasional. Bersama sang suami dan anjing peliharaan kesayangannya, mereka hendak menuju arah selatan.
Namun di saat bersamaan, sebuah minibus HiAce DK-7069-JF yang dikemudikan Redemtus Kenjam (24) datang dari arah selatan menuju utara. Jarak kedua kendaraan yang sudah sangat dekat membuat tabrakan keras tidak dapat dihindari.
Benturan terjadi dengan kekuatan besar hingga kendaraan pick up terpental dan mengalami kerusakan parah di bagian depan samping kanan. Sementara HiAce mengalami ringsek di bagian depan.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan peristiwa kecelakaan maut tersebut.
Menurutnya, hasil olah tempat kejadian perkara sementara menunjukkan bahwa kendaraan pick up telah berada di tengah badan jalan ketika minibus HiAce datang dari arah selatan.
> “Pada saat di TKP, posisi pick up sudah berada di tengah jalan, sedangkan jarak dengan HiAce sudah cukup dekat sehingga pengemudi HiAce tidak bisa menghindar dan akhirnya menabrak pick up,” jelas Iptu Yohana.
Akibat benturan itu, Indrawati mengalami luka berat berupa memar di kepala bagian belakang sebelah kiri, pendarahan dari mulut, serta patah pada tangan kanan. Sementara sang suami, Hidajat Maruta, mengalami luka robek serius pada bagian kepala sebelah kiri.
Keduanya sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas II Sukasada yang berada di kawasan Pancasari. Namun upaya penyelamatan tidak mampu mengembalikan nyawa pasangan tersebut.
> “Kedua korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis setelah dilakukan penanganan,” ungkapnya.
Kisah pilu itu semakin menyayat hati karena anjing peliharaan yang turut menemani perjalanan pagi pasangan tersebut juga ditemukan meninggal dunia akibat kerasnya benturan.
Jenazah kedua korban yang diketahui beralamat di Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat, kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Buleleng. Hingga kini jenazah masih berada di ruang jenazah rumah sakit sambil menunggu proses lebih lanjut dari pihak keluarga.
Sementara itu, pengemudi HiAce beserta para penumpangnya dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius.
Saat ini Unit Lantas Polsek Sukasada bersama Satlantas Polres Buleleng masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Tragedi ini kembali menjadi pengingat betapa dalam hitungan detik sebuah perjalanan biasa dapat berubah menjadi duka mendalam. Pagi yang dimulai dari halaman rumah berakhir dengan kehilangan dua nyawa sekaligus, meninggalkan kesedihan bagi keluarga dan orang-orang yang mengenal pasangan tersebut. (Smty)

Social Header