"Sejak terbentuk beberapa bulan lalu, Badan Riset dan Inovasi Daerah Mimika baru menerima audiensi satu kampung. Nawaripi jadikan Paieve Mile 21 dan LPK sebagai pilot project riset"
TIMIKA, Globalnetizen.id -
Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Mimika sejak terbentuk beberapa bulan silam baru menerima satu audiensi dari pemerintah kampung. Kampung Nawaripi, Distrik Wania, menjadi yang pertama mendatangi BRIDA, Rabu (24/6/2026), untuk mengusulkan riset terhadap program pariwisata dan pendidikan vokasi.
Rombongan Kampung Nawaripi yang dipimpin Kepala Kampung Norman Ditubun diterima Sekretaris BRIDA Mimika Darius Sabon Rain bersama Kabid BRIDA Yosep Mangasa di kantor BRIDA Timika.
"Kami baru terbentuk beberapa bulan. Tapi bidang riset dan inovasi sebenarnya sudah lama ada di Bappeda, termasuk program dan anggarannya. Baru Nawaripi yang datang audiensi ke kami," kata Darius.
Riset Jadi Syarat Mutlak Program Besar
Dalam pertemuan itu, Norman memaparkan tiga program prioritas Nawaripi yang butuh kajian ilmiah. Pertama, pengembangan pusat pariwisata Paieve Mile 21 yang memuat Gua Maria, kolam dayung tradisional, dan kolam ikan. Kedua, pembangunan Lembaga Pelatihan Kerja dengan 9-12 unit pelatihan, saat ini baru 3 unit yang jalan: las, otomotif, dan meubeler. Ketiga, persoalan angka putus sekolah di kampung tersebut.
"Untuk mengefektifkan wisata dan LPK, kami butuh riset dari perguruan tinggi dan BRIDA. Riset harus ukur efektivitas pengelolaan lokasi, SDM, keuangan, sampai kapasitas pengelola pariwisata," ujar Norman.
Norman yang juga Ketua APDESI Cabang Timika menekankan pentingnya riset sebelum program berjalan. "Program besar Pemkab, kampung, atau kelurahan harus dimulai dengan riset. Hasil studi jadi pegangan sebelum kerjakan program," katanya.
BRIDA Gandeng IJB dan Politeknik Amamapare
Darius menyatakan BRIDA akan mendorong kerja sama riset dengan perguruan tinggi lokal. Institut Jembatan Bulan dan Politeknik Amamapare disebut sebagai mitra potensial. "Dosen doktor di Timika sudah banyak. Kemampuan PT di sini mumpuni untuk riset daerah," kata Darius.
Untuk usulan riset Nawaripi, Darius berjanji mengajukan alokasi dana pada perubahan APBDP 2026. "Ini riset pertama kami. Jadi contoh buat 132 kampung dan kelurahan lain agar program anggaran besar diawali riset. Dengan riset kita tahu keunggulan dan kekurangannya," ujarnya.
Sebagai Ketua APDESI, Norman berkomitmen mendorong 132 kampung lain di Mimika menghasilkan inovasi dan melaporkannya ke BRIDA. "Jangan asal bikin program. Riset dulu biar tepat sasaran," tegasnya.(DW)

Social Header