Tangsel Globalnetizen.id -
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dr. Marinus Gea, SE., M. Ak Menghadiri Festival Anak Pancasila 2026 yang diselenggarakan Yayasan Rumah Anak Pancasila (RAP) di Alun-Alun Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kreatif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, semangat kebangsaan, toleransi, dan gotong royong kepada generasi muda.
Festival yang mengusung pendekatan budaya edukatif ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Hadir Bapak Panda Nababan selaku Ketua Pembina Yayasan Rumah Anak Pancasila, Wakil Gubernur Banten Dr. H. R. Achmad Dimyati Natakusumah, serta Dewan Pakar Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri BPIP RI Dr. Darmansjah Djumala.
Dalam kesempatan itu, Dr. Marinus Gea, S.E., M.Ak. yang hadir mewakili Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI Dr. Ahmad Basarah, S.H., M.H., menyampaikan pemaparan Refleksi Kebangsaan. Penyampaian refleksi tersebut sekaligus menjadi momen penting dalam pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) kepada seluruh masyarakat dan generasi muda yang hadir.
Ketua Pembina Yayasan RAP, Panda Nababan, menegaskan pentingnya menanamkan nilai Pancasila sejak usia dini melalui cara yang menyenangkan dan dekat dengan anak.
“Kita berharap kegiatan seperti Festival Anak Pancasila ini terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membentuk generasi Indonesia yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap bangsa dan negara,” ujar Panda Nababan.
Wakil Gubernur Banten Dr. H. R. Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi inisiatif Yayasan RAP. Ia menilai festival ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah membangun SDM Banten yang berakhlak dan berwawasan kebangsaan.
Senada, Dr. Darmansjah Djumala dari BPIP RI menambahkan bahwa penguatan ideologi Pancasila harus dilakukan melalui pendekatan budaya agar mudah diterima anak-anak.
“Festival seperti ini adalah ruang pembelajaran yang penting. Melalui budaya yang kreatif dan edukatif, nilai toleransi dan gotong royong bisa tumbuh sejak kecil,” jelasnya.
Yayasan Rumah Anak Pancasila berharap Festival Anak Pancasila dapat menjadi gerakan berkelanjutan. Ke depan, RAP menargetkan kegiatan serupa digelar di lebih banyak daerah agar jangkauan pendidikan karakter berbasis Pancasila semakin luas.
Kemeriahan acara semakin memuncak saat panggung utama diisi oleh deretan pertunjukan seni tradisional yang memukau penonton. Keberagaman budaya Indonesia ditampilkan secara apik melalui Tari Lenggang Nyai yang dinamis, aksi tangguh Pencak Silat, keanggunan Tari Cendrawasih dan Tari Gendang Sriwijaya, hingga atraksi Barongsai dan kemunculan Ondel-Ondel yang interaktif.
Penonton juga dihibur oleh penampilan Paduan Suara & Ensemble dari Coram Deo Ensemble, aksi jenaka Ventriloquist bersama Kak Wahyu & Boneka Alif, pertunjukan dari Bengkel Cerita Bentara Campus, serta keseruan Flashmob Nusantara yang mengajak seluruh hadirin menari bersama. Panggung seni ini juga semakin istimewa berkat kontribusi besar dari Ritinari Karya Indonesia, pertunjukan legendaris Maestro Nani Topeng Losari, serta Sanggar Purwa Kencana Cirebon.
Kesuksesan festival besar ini tidak lepas dari sokongan kolaboratif berbagai elemen. Acara ini didukung penuh oleh jajaran sponsor utama, mulai dari LIFT, Indika Foundation, Jaya Real Property, Bank Mandiri, Bank BTN, Antam, BPIP RI, MPR RI, hingga Es Teler 77, yang standnya tergabung dalam area Stand Sponsor & Friend Of RAP. (DW)

Social Header