Mahasiswa UNPAM nyatakan 8 poin sikap soal BBM, korupsi, dan kedaulatan energi
TANGERANG SELATAN, Globalnetizen.id -
Kesatuan Badan Mahasiswa Universitas Pamulang KBM UNPAM menyampaikan pernyataan sikap terkait kondisi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Mahasiswa menilai negara tidak boleh pasif dan harus hadir sebagai pelindung rakyat di tengah gejolak geopolitik, perang dagang, dan penguatan dolar AS.
"Di tengah gejolak dunia yang ditandai konflik geopolitik, perang dagang, dan menguatnya dominasi ekonomi internasional, Indonesia tidak boleh menjadi bangsa yang pasif. Bangsa ini harus berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berpihak kepada kepentingan rakyat," demikian pernyataan sikap KBM UNPAM yang diterima redaksi.
KBM UNPAM menyatakan situasi global tidak boleh dijadikan alasan untuk membebankan rakyat. Negara disebut harus hadir menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
8 Poin Sikap KBM UNPAM:
1. Menuntut langkah luar biasa pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional serta melindungi daya beli rakyat dari pelemahan rupiah dan gejolak ekonomi global.
2. Memahami kenaikan BBM non-subsidi seperti Pertamax sebagai konsekuensi dinamika global, namun menolak kebijakan yang membebankan krisis kepada rakyat kecil.
3. Menuntut jaminan ketersediaan BBM subsidi khususnya Pertalite dan Solar sebagai hak rakyat dan instrumen menjaga produktivitas nasional.
4. Mendesak pembongkaran tuntas praktik mafia migas, kartel energi, dan jaringan korupsi yang menggerogoti kekayaan bangsa tanpa pandang bulu.
5. Mendorong penegakan hukum tegas terhadap pihak yang menyalahgunakan distribusi BBM subsidi. Setiap liter BBM yang dicuri dari rakyat disebut sebagai pengkhianatan terhadap bangsa.
6. Menegaskan negara tidak boleh kalah terhadap korupsi, oligarki ekonomi, maupun kekuatan tersembunyi yang mengendalikan kebijakan publik demi kepentingan sempit.
7. Menuntut penguatan kedaulatan energi nasional melalui tata kelola yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
8. Mengajak mahasiswa, pemuda, dan rakyat mengawal pemerintahan secara kritis, aktif, dan bertanggung jawab agar amanat konstitusi tetap di atas kepentingan politik maupun ekonomi.
KBM UNPAM meyakini sejarah bangsa ditulis oleh mereka yang berani melawan ketidakadilan. Karena itu, korupsi, perampokan kekayaan negara, penguasaan sumber daya oleh mafia, dan praktik yang melemahkan kedaulatan harus dilawan bersama.
"Rakyat tidak boleh menjadi korban dan negara tidak boleh kalah dari korupsi, kartel, maupun kekuatan yang mengkhianati kepentingan nasional," tegas KBM UNPAM.(DW)

Social Header