Breaking News

Buku Baru Dr. Socratez Yoman: Suara Rohaniwan Papua yang Lahir dari Realitas, Bukan Ruang Kosong

"Buku yang Berani Bersuara di Depan Penguasa", Ujar Sejumlah Tokoh Lintas Iman dan Akademisi"

JAKARTA, Globalnetizen.id -
Buku terbaru karya Dr. Socratez Yoman, Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua PGBWP, memantik diskusi publik. Karya ini disebut lahir dari realitas tanah Papua, bukan dari ruang kosong atau proyek musiman.

Penilaian itu disampaikan sejumlah tokoh lintas iman dan akademisi yang telah membaca buku tersebut. Mereka menyoroti keberanian penulis yang dikenal sebagai rohaniwan dan akademisi untuk bersuara tentang dinamika Papua.

"Buku ini lahir dari realitas tanah Papua, bukan lahir dari sebuah ruang kosong. Seorang rohaniwan yang menulis dan bersuara seperti ini bukanlah seorang penulis musiman yang lahir karena proyek atau pesanan," ujar Yuyun Cintia dari Jakarta.

Menurut Yuyun, penulis yang telah lama berjuang di lapangan membuatnya mampu membaca arah zaman. "Sebab itu dia memberikan solusi yang tepat walaupun tidak langsung dijawab dan diikuti oleh Prabowo. Tapi percayalah, ini solusi terbaik lahir dari realitas dan iman," katanya.
Suara Berani dari Seorang Rohaniwan
NurAini, salah satu pembaca, menekankan keberanian Dr. Socratez Yoman dalam menyuarakan realitas Papua. "Kalau anda mencari suara yang benar dan berani soal Papua, maka anda harus berani membaca buku ini. Buku yang lahir dari pergumulan yang panjang, lahir dari realita bukan lahir dari awan-awan yang tidak menyentuh substansi Papua dengan dinamikanya," ujarnya.

NurAini menyebut Dr. Socratez Yoman sebagai rohaniwan Kristen yang cerdas dan berani tampil untuk bersuara, mengikuti teladan Isa Almasih. "Berani bersuara di depan penguasa atau rezim otoriter model apapun," katanya.

Jembatan Pemahaman untuk Anak Muda Indonesia

Ikhsan Abdulah, mahasiswa dari Salatiga, melihat buku ini sebagai jembatan diskusi. "Di sini, kami berjumpa dengan banyak kawan-kawan Papua, mereka kadang ragu atau tidak terbuka untuk menceritakan soal Papua, tetapi ketika mereka membagi buku ini kami menjadi sahabat yang asyik dalam diskusi," ujarnya.

Ia mendorong anak muda Indonesia memberikan apresiasi. "Ditulis oleh gembala yang mempertaruhkan integritas dan visi yang jauh ke depan untuk bangsanya," kata Ikhsan.

Membuka Wawasan Lintas Iman

Nyiang Kumala, aktifis Budha, menyebut buku ini memberikan pencerahan bagi yang belum memahami Papua. "Jelas, terang dan memberikan pencerahan. Kita yang tidak tahu soal Papua menjadi terjembalani menjadi tahu. Membaca dari sisi kaum yang tertindih karena negara dengan tulisan anasir negara yang pro negara RI rasanya beda, maka saya rekomendasikan buku ini untuk dibagi dan dibaca secara luas," ujarnya.

Suprapto N, pembaca lainnya, mengaku terganggu secara batin setelah membaca buku ini. "Baca buku ini macam kitong malu sebagai orang Indonesia. Sebab tindakan sejarah yang salah. Lalu, tindak tanduk aparat negara membuat masyarakat asli Papua jadi tawar hati," ujarnya.
Tentang Penulis
Dr. Socratez Yoman adalah Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua PGBWP sejak 2002 hingga sekarang. Ia dikenal luas di Papua, Indonesia, dan internasional. 

Pada 2017 ia meraih gelar S3 di Program Doktoral Studi Sejarah dan Budaya Papua pada Sekolah Tinggi Teologi Walter Post Jayapura. Ia dikenal sebagai Bapa Gembala dan Guru Generasi Bangsa di Tanah Papua.(DW)
© Copyright 2022 - Global Netizen