Dr. Togar Situmorang, SH., M.H., MAP., CLA "Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang bertanggung jawab. Kritik boleh, menjatuhkan pemimpin pilihan rakyat tidak"
JAKARTA, Globalnetizen.id -Praktisi hukum Dr. Togar Situmorang mengecam pernyataan TogarsitumorangOfficial alias Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM. Tiyo menyebut pemilihan Soeharto, Joko Widodo, dan Prabowo Subianto sebagai "kesalahan fatal dan puncak kebodohan".
Menurut Togar, pernyataan itu bukan kritik sehat. Itu penipuan intelektual yang dibungkus narasi kebebasan berpendapat.
"Memilih pemimpin bodoh adalah kesalahan, tapi membiarkan mereka terus berkuasa adalah kebodohan," ujar Tiyo dalam videonya. Pernyataan itu semakin problematis karena disertai ajakan "kapan kita hentikan Prabowo Gibran".
Togar menyoroti ini sebagai gejala demokrasi yang kebablasan. Kebebasan berekspresi dipakai tanpa batas dan tanpa tanggung jawab.
"Suatu negara itu bukan panggung ego yang hanya menuntut perhatian. Diskusi publik wajib menjaga etika, apalagi jika menggunakan forum akademis oleh para akademisi atau pakar yang nota bene orang hebat dan luar biasa," kata Togar, Sabtu 29/5/2026.
Bagi Togar, demokrasi yang sehat bukan demokrasi tanpa rem. Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang bertanggung jawab. Kritik boleh, adu gagasan boleh, tapi tidak boleh menjatuhkan dan menjelek-jelekkan pemimpin pilihan rakyat.
Ia mengingatkan Soeharto, Joko Widodo, dan Prabowo Subianto adalah pemimpin pilihan yang Tuhan kirim untuk bangsa. Masing-masing punya konteks dan tantangan zamannya.
Karena itu Togar mendorong publik mengisi ruang demokrasi dengan kerja nyata demi kesejahteraan, bukan dengan narasi yang memecah belah.
"Sebaiknya energi kita fokus pada pembangunan, bukan pada narasi yang memecah belah," tegasnya.(DW)

Social Header