Breaking News

79 Tahun GPM: Marhaenisme Jadi Rem Polarisasi Kebangsaan

Ketum Izedrik Emir Moeis tegaskan komitmen kawal berdaulat, berdikari, berkepribadian

JAKARTA, Globalnetizen.id  - Gerakan Pemuda Marhaenis merayakan Dies Natalis ke-79, Sabtu 31/5/2026. Usia 79 tahun, kata Ketua Umum DPP GPM Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menjadi penanda organisasi tetap konsisten mengawal cita-cita kemerdekaan versi Bung Karno: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan.

Pernyataan disampaikan Izedrik melalui keterangan tertulis dalam peringatan 31 Mei 1947 – 31 Mei 2026.

Marhaenisme Jawaban Tantangan Kebangsaan
Izedrik menilai peringatan Dies Natalis bukan sekadar seremoni mengenang sejarah. Momentum 79 tahun GPM harus meneguhkan kembali komitmen ideologis di tengah polarisasi dan tantangan kebangsaan.

"Gerakan Pemuda Marhaenis akan tetap berdiri teguh sebagai kekuatan ideologis yang berpihak kepada rakyat. Kami memperjuangkan keadilan sosial serta menjaga nilai-nilai Pancasila dan Marhaenisme sebagai arah perjuangan bangsa," ujar Izedrik kepada Tempo.

Menurutnya, Marhaenisme relevan menjawab ketimpangan ekonomi dan demokrasi saat ini. Konsep "orang kecil yang bekerja untuk dirinya sendiri" dari Bung Karno, kata Izedrik, menjadi basis perlawanan terhadap segala bentuk penindasan.

Kunci Bertahan 79 Tahun: Persatuan dan Disiplin  
Politikus yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu menyebut usia 79 tahun GPM adalah bukti semangat perjuangan tidak padam.

"Dengan persatuan, disiplin organisasi, dan kesetiaan pada ideologi, kita melangkah maju untuk terus mengabdi kepada rakyat, bangsa, dan negara," kata Izedrik.

Ia menutup pernyataan dengan yel khas GPM: "Marhaen Bersatu! Marhaen Berjuang! Marhaen Menang!"

Ucapan Dies Natalis 
"Atas nama DPP Gerakan Pemuda Marhaenis, saya ucapkan Selamat Dies Natalis ke-79 kepada seluruh kader dan keluarga besar GPM di seluruh Indonesia," ucap Izedrik.**

© Copyright 2022 - Global Netizen