Breaking News

Kijang Diduga Isi Pertalite Tidak Wajar di SPBU, Sopir Sebut Pemilik, Polresta Denpasar Selidiki

Foto: Tangkapan layar dari video miliki oleh akun Tik-Tok NoViralNoJustice77.

Denpasar, Bali – Sebuah video yang menampilkan dugaan pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite secara tidak wajar di sebuah SPBU di wilayah Denpasar Selatan menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial.

Video tersebut diunggah melalui akun TikTok bernama No Viral Nuljustice77, menampilkan aktivitas pengisian BBM oleh sebuah mobil Toyota Kijang berwarna hijau di sebuah SPBU di kawasan Denpasar Selatan.

Dalam rekaman tersebut, kendaraan yang digunakan diduga telah dimodifikasi dengan penampungan tambahan di bagian dalam mobil sehingga mampu menampung BBM dalam jumlah lebih besar dari kapasitas standar kendaraan.

Informasi yang beredar menyebutkan video tersebut direkam oleh tim investigasi dari Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) saat melakukan penelusuran terkait dugaan praktik pembelian BBM bersubsidi secara tidak wajar di lokasi tersebut.

Dalam video juga terdengar percakapan antara perekam dengan seorang karyawan SPBU yang mengaku bernama Erwinsyah. Saat ditanya mengenai frekuensi kedatangan kendaraan tersebut, ia menyebut mobil tersebut telah beberapa kali melakukan pengisian Pertalite.
“Sudah tiga kali,” ujar Erwinsyah dalam percakapan yang terekam di dalam video tersebut.

Disebutkan pula bahwa setiap kali pengisian dilakukan dengan nominal sekitar Rp500.000 hingga Rp1.000.000. Saat video direkam, total pembelian disebut telah mencapai sekitar Rp1,5 juta setelah kendaraan tersebut melakukan pengisian sebanyak tiga kali secara berulang.

Dalam rekaman tersebut juga terdengar pengemudi kendaraan menyebut nama seseorang bernama Putu Juli yang disebut sebagai pemilik kendaraan yang digunakan untuk membeli Pertalite. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait identitas maupun keterlibatan pihak yang disebut dalam video tersebut.

Peristiwa yang diduga terjadi pada Senin, 23 Februari 2026 sekitar pukul 12.17 Wita itu kemudian menjadi perhatian aparat kepolisian setelah videonya viral di media sosial.

Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran Sat Reskrim Polresta Denpasar melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi SPBU untuk melakukan klarifikasi serta mengumpulkan keterangan dari pihak terkait.

Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terkait video yang beredar tersebut.

“Sat Reskrim Polresta Denpasar saat ini masih melakukan penyelidikan terkait video yang viral tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak manajemen SPBU serta pihak-pihak yang terkait,” ujarnya sebagaimana dikutip dari pemberitaan Berita-CompasNews.

Polisi juga mendalami kemungkinan adanya pelanggaran dalam proses distribusi BBM bersubsidi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Hingga saat ini proses penyelidikan masih terus berlangsung guna memastikan fakta sebenarnya serta menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.

Sementara itu, pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada manajemen SPBU maupun pihak-pihak terkait guna memperoleh keterangan lebih lanjut mengenai peristiwa yang menjadi perhatian publik tersebut. (Redaksi)
© Copyright 2022 - Global Netizen