Breaking News

YKKMP: Pemerintah Indonesia Harus Jujur Mengakui Dan Menangani Dugaan Pelanggaran HAM Di Papua

Wamena, Papua Pegunungan, Globalnetizen.id -
Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menegaskan bahwa kejujuran negara adalah fondasi utama keadilan bagi korban dan kehormatan Indonesia di mata dunia.

Direktur Eksekutif YKKMP, Theo Hesegem, menyampaikan keprihatinan mendalam atas terus berulangnya dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Tanah Papua yang hingga kini belum ditangani secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

"Kami melihat luka kemanusiaan yang terus menganga di Papua. Tanpa kejujuran untuk mengakui apa yang terjadi, tidak akan ada keadilan, tidak akan ada rekonsiliasi. Negara harus berani jujur," tegas Theo Hesegem di Wamena, Sabtu (25/10/2026).

YKKMP mencatat bahwa pembatasan akses bagi jurnalis, pemantau independen, dan bantuan kemanusiaan, serta tindakan represif terhadap warga sipil, justru memperdalam ketidakpercayaan masyarakat adat Papua terhadap negara.

Oleh karena itu, YKKMP menyampaikan 7 Tuntutan Mendesak kepada Pemerintah Indonesia:

1. Buka penyelidikan independen atas dugaan pelanggaran HAM di Papua, yang melibatkan Komnas HAM, LPSK, dan pemantau internasional yang independen.

2. Jamin perlindungan bagi korban, keluarga, dan saksi. Negara wajib memastikan tidak ada intimidasi, kriminalisasi, dan pembalasan.

3. Hentikan tindakan represif dan kekerasan terhadap warga sipil. Pendekatan keamanan harus diganti dengan pendekatan kemanusiaan dan dialog.

4. Buka akses jurnalis, pemantau HAM, dan bantuan kemanusiaan ke Papua.Tidak ada keadilan tanpa transparansi. Dunia harus bisa melihat Papua apa adanya.

5. Pulihkan hak korban melalui reparasi dan rehabilitasi bagi korban.Termasuk pemulihan psikososial, ekonomi, pendidikan, dan hak atas tanah adat.

6. Proses hukum yang transparan dan akuntabel bagi pelaku pelanggaran HAM. Tidak ada impunitas. Semua pihak harus sama di hadapan hukum.

7. Libatkan masyarakat adat Papua dalam dialog damai yang bermartabat. Dialog harus dipimpin oleh orang Papua sendiri, dengan martabat, kesetaraan, dan pengakuan atas hak-hak dasar.

"Keadilan, Kemanusiaan, dan Keutuhan Papua bukanlah slogan. Ini adalah jalan untuk menyelamatkan kemanusiaan kita sebagai bangsa," tutup Theo.

YKKMP mengajak semua elemen masyarakat sipil, media nasional dan internasional, gereja, akademisi, dan komunitas adat untuk bersama mengawal tuntutan ini hingga keadilan benar-benar hadir di Tanah Papua.(DW)


Penulis:
Theo Hesegem,
Direktur Eksekutif YKKMP
Wamena, Papua Pegunungan


© Copyright 2022 - Global Netizen