Breaking News

Pandangan Prof. Connie Rahakundini: Negara Kuat Bukan yang Paling Lantang Menyatakan Sanggup, Tapi yang Mampu Bertahan Operasi Jangka Panjang

Jakarta, Globalnetizen.id -
Pengamat Pertahanan dan Geopolitik, Prof. Connie Rahakundini Bakrie, menegaskan bahwa penanganan bencana besar seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak bisa diukur dari retorika dan klaim kesiapan sesaat. Menurutnya, negara yang kuat adalah negara yang memiliki ketahanan operasi.

"Negara yang kuat bukan negara yang paling lantang menyatakan sanggup," tegas Prof. Connie dalam pandangannya.

Prof. Connie memaparkan 8 pilar utama untuk mengukur ketahanan operasi penanganan Karhutla secara komprehensif:

1. MANUSIA
Personel harus cukup dan terlatih untuk operasi jangka panjang (30-90 hari). Termasuk pemadaman, SAR, medis dan ahli gambut.

2. PERALATAN
Pesawat dan helikopter harus siap dan efektif dioperasikan. Dinilai dari produktivitas dan kesiapan operasi, bukan sekadar jumlah inventaris.

3. LOGISTIK
Bahan bakar, air, suku cadang dan perlengkapan pendukung harus cukup untuk operasi jangka panjang.

4. METODE
Sistem komando terpadu yang melibatkan BNPB, TNI, Polri, kementerian, pemda, masyarakat, dan mitra internasional. Koordinasi lintas wilayah dan lintas negara sesuai SOP ASEAN.

5. ANGGARAN
Biaya operasi 30-90 hari harus jelas, transparan, dan diawasi. Pengadaan darurat dilakukan secara akuntabel dan berbasis efektivitas.

6. TEKNOLOGI
Satelit, drone, AI dan data cuaca untuk menemukan titik api, memverifikasi lokasi, dan mengarahkan tindakan di lapangan hingga pemadaman efektif.

7. BANTUAN INTERNASIONAL BUKAN ANCAMAN TERHADAP KEDAULATAN
Pengalaman Aceh 2004 dan Palu 2018 menunjukkan pentingnya koordinasi bantuan asing di bawah kendali nasional. Kedaulatan tidak diukur dari penolakan bantuan, tetapi dari kemampuan negara memimpin respons secara efektif.

8. KARHUTLA BUKAN SEKADAR PERSOALAN API, MELAINKAN KESELAMATAN SELURUH EKOSISTEM
Manusia, satwa, hutan, gambut, air, dan keanekaragaman hayati harus dilindungi. Lahan terbakar tidak boleh otomatis dijadikan alasan untuk ekspansi perkebunan atau kepentingan komersial.

Di akhir paparannya, Prof. Connie memberikan kesimpulan paling mendasar:

"Kapasitas bukan kemampuan. Kemampuan bukan efektivitas. Dan efektivitas sesaat belum tentu berarti ketahanan operasi."(DW)

Narasumber: Prof. Connie Rahakundini Bakrie
© Copyright 2022 - Global Netizen