Semarang, Globalnetizen.id -
Memperingati Hari Tani Nasional, aliansi Jateng Guyub mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah untuk turun ke jalan. Aksi solidaritas akan digelar selama tiga hari, 22–24 September 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Bagi Jateng Guyub, Hari Tani Nasional bukan hanya milik petani. Tanah, air, pangan, dan lingkungan adalah urusan hidup bersama.
“Persoalan petani adalah persoalan pangan kita. Persoalan tanah adalah persoalan kehidupan kita. Persoalan air adalah persoalan masa depan kita. Kerusakan lingkungan adalah ancaman bagi kita semua,” demikian pernyataan Jateng Guyub yang diterima secara tertulis oleh redaksi Jumat (10/9/2026).
Aksi Lintas Sektor
Jateng Guyub menyerukan persatuan berbagai kelompok: tani, buruh, mahasiswa, PKL, perempuan yang melawan, ojol, pekerja seni dan budaya, pemerhati lingkungan, budayawan, kaum miskin kota, kaum miskin desa, pemuda, nelayan, komunitas, hingga warga yang memperjuangkan hidup layak.
Tujuannya satu: membangun kekuatan rakyat. Bukan sebagai kelompok yang berbeda-beda, melainkan sebagai rakyat dengan kepentingan yang sama. Yakni tanah yang adil, pangan yang terjangkau, lingkungan yang lestari, dan masa depan yang tidak dirampas.
Momentum ini juga menjadi ruang mempertemukan berbagai keresahan rakyat dan memperkuat solidaritas lintas sektoral.
Tuntutan dan Semangat
Aksi ini mengusung semangat:
TANAH KANGGO RAKYAT, BANYU SUMBER PANGURIPAN
serta seruan:
NAGIH SING JANJI NGOPENI
Jateng Guyub menegaskan, Hari Tani Nasional harus menjadi titik tolak untuk menagih komitmen negara dalam melindungi rakyat kecil, menjaga sumber daya agraria, dan menjamin kedaulatan pangan.
Informasi Aksi
- Waktu: 22 – 24 September 2026
- Tempat: Depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang
- Peserta: Terbuka untuk seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah
Jateng Guyub mengajak media, kampus, organisasi, dan masyarakat luas untuk meliput, hadir, dan menyuarakan bersama(DW)

Social Header