Breaking News

Inayah Wahid Kritik Forum Diskusi di UGM: Narasumber Seragam Bukan Dialog INAYAH WAHID SINDIR DISKUSI PEJABAT DI UGM: "ITU BUKAN DISKUSI, TAPI SALES PRESENTASI

Pengamat Erik Erfinanto nilai kehadiran tiga pejabat teras Istana justru memicu gejolak di kampus Budiman Sudjatmiko

YOGYAKARTA, Globalnetizen - Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Inayah Wahid, menilai forum diskusi yang menghadirkan tiga pejabat pemerintahan Prabowo-Gibran di Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak mencerminkan dialog yang kritis dan berimbang.

"Putri Presiden ke-4 RI Gus Dur, Inayah Wahid, menilai forum yang menghadirkan tiga pejabat pemerintah di UGM tidak mencerminkan dialog yang kritis dan berimbang. Menurutnya, seluruh narasumber berasal dari kubu yang sama dan didukung moderator yang memiliki kecenderungan serupa," tulis Inayah melalui media sosialnya.

Inayah menegaskan diskusi seharusnya menghadirkan beragam sudut pandang agar terjadi pertukaran gagasan yang sehat. "Kalau narsumnya tiga orang sejenis dan dari kubu yang sama semua, dengan host yang punya track record bias ke kelompok yang sama, itu namanya bukan diskusi, tapi product marketing. Pelakunya biasanya disebut sales," lanjutnya.

Konteks Ricuh dan Analisis Pengamat  
Pernyataan Inayah muncul setelah acara diskusi di UGM berakhir ricuh, Senin 15/6/2026 malam. Tiga pejabat yang hadir adalah Budiman Sudjatmiko, Nusron Wahid, dan Sudaryono. Acara yang awalnya disebut "kopdar dengan mahasiswa" berubah ricuh ketika sebagian mahasiswa merangsek ke panggung. 

Perwakilan mahasiswa UGM menyampaikan pernyataan: "Selama kami dibungkam, kami tidak akan diam". Tiga pejabat tersebut dievakuasi dan sempat dihadang saat hendak meninggalkan lokasi.

Pengamat komunikasi politik Erik Erfinanto menilai kehadiran Budiman Sudjatmiko menjadi sorotan karena ia merupakan alumnus UGM dan aktivis 98. "Kalau itu menimpa Sudaryono saja mungkin maklum. Dia lulusan Tarnus, orang Gerindra, pastinya dekat sekali dengan Prabowo. Tapi ini Budiman, aktivis 98 itu, juga jadi sasaran ratusan mahasiswa UGM malam tadi," tulis Erik dalam analisisnya, Jakarta, 16/6/2026.

Menurut Erik, kehadiran dua mantan aktivis terkenal seperti Budiman dan Nusron Wahid diduga bertujuan meredam gejolak di kampus yang dikenal sebagai "pabrik aktivis". "Menghadirkan dua orang ini, kita bisa tebak niatnya: untuk meredam gejolak. Hasilnya malah semakin bergejolak. Upaya itu gagal total," ujarnya.

Erik juga menyoroti posisi Sudaryono yang dinilai paling dekat secara ideologis dengan Prabowo. "Tugas Sudaryono, yang tidak terdeteksi sebagai mantan aktivis ini, tapi yang paling dekat secara ideologis dengan 08, mungkin perintahnya adalah: awasi dua orang itu," tulisnya.(DW)
© Copyright 2022 - Global Netizen