Breaking News

Politeknik Negeri Jakarta Dorong UMKM Perhatikan Kemasan dan Label Halal



GlobalNetizen.Id,-JAKARTA – Upaya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memenuhi ketentuan produk halal tidak hanya berkaitan dengan bahan baku dan proses produksi. Kemasan dan pelabelan juga menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan agar produk terlindungi sekaligus memberikan informasi yang tepat kepada konsumen.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi yang digelar Program Studi Teknologi Industri Cetak Kemasan, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), bersama Komunitas UMKM Sadar Halal di Kebon Jeruk, Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Program Studi Teknologi Industri Cetak Kemasan PNJ tahun 2026 melalui Skema Lektor Kepala yang diketuai oleh Muryeti.
Mengusung tema “Pengembangan Model Pembinaan Kemasan dan Pelabelan Produk Halal Berbasis Regulasi pada Komunitas Sadar Halal,” program tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman dan pendampingan UMKM dalam mempersiapkan produk yang sesuai dengan ketentuan halal.

Dalam pelaksanaannya, tim Pengmas PNJ menggandeng Komunitas UMKM Sadar Halal sebagai mitra pendampingan. Sejumlah dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Cetak Kemasan PNJ juga terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ketua tim Pengmas PNJ, Muryeti, mengatakan pembinaan terkait kemasan perlu berjalan seiring dengan upaya UMKM mempersiapkan sertifikasi halal. Selain berfungsi melindungi produk, kemasan juga bersentuhan langsung dengan produk dan menjadi media penyampaian informasi kepada konsumen.

“Dalam pemenuhan ketentuan produk halal, pelaku UMKM perlu memahami bahwa perhatian tidak berhenti pada bahan baku dan proses produksi. Kemasan dan pelabelan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan agar produk terlindungi dan informasi yang diterima konsumen disampaikan secara tepat,” ujar Muryeti

Dalam kegiatan tersebut, dua narasumber memberikan materi yang membahas sertifikasi halal dan pengembangan kemasan dari perspektif yang saling melengkapi.
Sulaeman Saleh menyampaikan materi mengenai proses sertifikasi halal self declare bagi UMKM. Materi tersebut mencakup proses serta berbagai kesiapan yang perlu dilakukan pelaku UMKM untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Saeful Imam memberikan edukasi mengenai transformasi kemasan UMKM. Pembahasan tidak hanya menempatkan kemasan sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai media komunikasi antara pelaku usaha dan konsumen.
Melalui kemasan, konsumen dapat memperoleh berbagai informasi sebelum memutuskan membeli sebuah produk. Karena itu, perhatian terhadap kualitas kemasan perlu berjalan beriringan dengan upaya pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas produk.
Program Pengmas PNJ tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Tim juga menyerahkan toolkit pembinaan berupa formulir dan Standar Operasional Prosedur (SOP) kepada mitra.
Perangkat tersebut disiapkan agar proses pembinaan dan pendampingan UMKM terkait kemasan dan pelabelan produk halal dapat dilakukan secara lebih sistematis.
Sulaeman Saleh selaku Koordinator Komunitas UMKM Sadar Halal menyambut baik kolaborasi dengan tim Pengmas PNJ.
Kolaborasi antara PNJ, Komunitas UMKM Sadar Halal, dan pelaku UMKM diharapkan dapat memperkuat pemahaman bahwa pemenuhan ketentuan produk halal merupakan proses yang menyeluruh. Selain bahan dan proses produksi, kemasan serta pelabelan yang tepat, informatif, dan sesuai ketentuan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pengembangan UMKM dan meningkatkan kesiapan produk dalam memenuhi tuntutan pasar.tutupnya # (Red)
© Copyright 2022 - Global Netizen