Anggota DPRD Kota Tangerang Gesuri Mesias Fasilitasi Pertemuan Lintas Wilayah, Proyek Beton Dilanjutkan Hingga Joglo Raya
KOTA TANGERANG, Globalnetizen.id -
Pemerintah Kota Tangerang bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Rapat Audiensi Pembangunan Peninggian Jalan Basoka Raya di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Larangan, Rabu (23/9/2026). Rapat dipimpin langsung Camat Larangan, Nasrullah, S.E., M.A.P., mulai pukul 15.30 WIB hingga 17.33 WIB.
Rapat lintas wilayah ini dihadiri Anggota DPRD Kota Tangerang, Gesuri Mesias Bintang Merah, B.Commun., M.Sos., Kabid Perencanaan Teknik Kota Tangerang Much. Nasrul, ST., M.Si., Tim Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Tim Suku Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Camat Kembangan Moch. Fahmy Karsawijaya, Lurah Larangan Utara, Lurah Karang Timur, Lurah Joglo, Konsultan DKI Jakarta Barat, serta unsur masyarakat Kecamatan Larangan dan Karang Timur.
Anggota DPRD Kota Tangerang, Gesuri Mesias Bintang Merah, yang memfasilitasi pertemuan tersebut, menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh unsur. Ia menegaskan pentingnya sinergi dua wilayah untuk penanganan banjir yang tidak bisa diselesaikan sepihak.
Dalam keterangannya usai rapat, Gesuri menjelaskan:
"Ya jadi hari ini membahas terkait efek dari pembangunan jalan yang di Jalan Basoka Raya itu berimbas terkait banjir di komplek Puri Beta. Makanya hari ini saya didampingi Pak Camat, Pak Lurah, terus ada dari Pemprov DKI juga ada dari Kabid PU Kota Tangerang bersama-sama dengan masyarakat mencari jalan tengah yang terbaik."
"Alhamdulillah sudah ada jalannya, ya proyek yang berkelanjutan lah ya, pekerjaan yang berkelanjutan tidak bisa instan. Alhamdulillah menemukan titik terang, tapi memang harus ada koordinasi lanjutan. Mungkin agenda ke depan ada pertemuan lagi untuk hal ini. Untuk saat ini kita fokus kepada apa yang harus dilakukan baik dari masing-masing baik dari Pemprov DKI ataupun dari kita Kota Tangerang."
Dalam pemaparan teknis, Tim Bina Marga DKI Jakarta menjelaskan bahwa peninggian Jalan Basoka Raya dengan konstruksi beton dimulai awal Tahun 2025 dan akan dilanjutkan dengan peninggian jembatan menuju Perumahan Puribeta. Rencana pembangunan jalan beton akan dilanjutkan sampai Jalan Joglo Raya.
Untuk Tahun 2026 ini, fokus pekerjaan adalah pembangunan jembatan di Jalan Basoka Raya dan peninggian jalan beton. Di perempatan Basoka Raya / Kebayuran akan dibuat pintu air yang dilengkapi mesin pompa air. Sementara di bawah pohon beringin akan dibuat kolam olakan.
Tim teknis Bina Marga juga berkoordinasi dengan tim teknis Kota Tangerang untuk membangun saluran air di Jl. Basoka Raya agar dapat terealisasi tahun depan.
Sementara itu, Tim SDA DKI Jakarta memaparkan akan mengerjakan kolakan dengan panjang 25 meter ukuran 3x4 di Jalan Joglo Raya pada tahun ini.
Keluhan Warga: Banjir Makin Parah Setelah Peninggian Tahap 1
Sesi dialog berlangsung dinamis. Perwakilan masyarakat Kota Tangerang mengeluhkan Perumahan Puribeta yang posisinya sangat rendah di 2 lokasi (Pintu Depan dan Belakang) dan Perumahan Flamboyan yang lebih rendah dari bunderan Puribeta 2. Warga menyebut, jika Tahap 2 peninggian selesai tanpa saluran yang memadai, banjir akan semakin parah.
Perwakilan warga Karang Timur juga menyampaikan, sebelum peninggian tahap 1 banjir tidak terlalu parah, namun setelah peninggian air banjir justru makin parah. Warga mengusulkan agar pekerjaan saluran air Jalan Joglo dapat mengalirkan air melalui saluran Perumahan Keuangan yang bermuara ke Kali Cantiga.
Menanggapi hal tersebut, Gesuri Mesias Bintang Merah menegaskan bahwa Kali Cantiga sudah tidak bisa lagi menampung debit air. Solusi jangka panjang yang disepakati adalah pembangunan embung.
"Kita punya PR bersama antara Kota Tangerang dan DKI karena berbatasan wilayah. Secara garis besar akan ada proyek berkelanjutan. Jangka panjangnya akan dibuatkan embung sebagai salah satu solusi penanganan banjir," ujar Gesuri.
Hal senada disampaikan Camat Kembangan. Ia menjelaskan dari perencanaan jangka panjang SDA, banjir di perempatan Puri Mansion salah satunya berasal dari Kali Cantiga. Pihak Puri Mansion telah sepakat membuat drainase yang menuju Kali Angke yang terkoneksi dari Kali Cantiga dan Pulau Intan, serta pelebaran saluran untuk mengurangi debit air.
Camat Kembangan juga mengusulkan kepada Pemkot Tangerang untuk membuat embung di Karang Timur sebagai stok suplai PAM Jaya. Tujuan akhir aliran air dari wilayah tersebut adalah Kali Angke yang mengalir ke Cengkareng Drain lalu ke laut.
Pemkot Tangerang Siapkan Dua Item Program dan Tandon Statement Camat Larangan
Tim Teknis Perencanaan Kota Tangerang menyampaikan bahwa Pemkot akan memasukkan 2 item program yang dibahas pada Selasa (22/9/2026) kemarin untuk mencari solusi atas permasalahan yang muncul akibat pembangunan tersebut.
Camat Larangan, Nasrullah,SE dalam keterangannya usai rapat menegaskan komitmen pemerintah hadir bersama warga:
"Memastikan program-program pemerintah Kota Tangerang yang ada di wilayah bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan bersama, bukan hanya dari unsur pemerintahan tapi kita mendapat masukan usulan dari unsur-unsur masyarakat kita yang akan nanti kita tindak lanjuti bersama."
"Karena permasalahan banjir ini penanganannya berkelanjutan dan kita akan diskusikan lagi bersama dengan Ibu dewan dengan Pak Lurah dengan Pak RW, Pak RT dan juga masyarakat lain yang tujuannya bagaimana pemerintah hadir dalam mengatasi permasalahan yang ada di wilayah."
"Saya sudah sampaikan keluhan atau masukan dari masyarakat. Saya berharap juga masyarakat bisa memantau, melaporkan. Laporan dari masyarakat saya sudah rutin dan saya arahkan."
Camat Larangan juga menyampaikan bahwa Pemkot Kota Tangerang sudah merencanakan pembuatan Tandon di RW 001 Kelurahan Larangan Utara untuk mengatasi banjir.
Isu anggaran hibah untuk pembuatan embung di Puribeta Larangan Utara dan di Karang Timur Karang Tengah juga dibahas. Anggota DPRD Gesuri menyebut sudah berkoordinasi dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta dan mendapat arahan untuk dituangkan dalam notulen resmi.
Rapat ditutup pukul 17.33 WIB dengan komitmen bersama untuk melanjutkan koordinasi dan sosialisasi pengembangan proyek kepada masyarakat.
(Dwi Wahyudi)

Social Header