Kami dari JAMAN BIKERS dan seluruh ojol yang seprofesi dengan Affan, hari ini tidak merayakan. Kami menunduk dan mengingat.
Setahun lalu Affan berangkat cari nafkah seperti biasa. Niatnya sama dengan kami semua: narik, pulang bawa uang buat keluarga. Tapi dia tidak pernah pulang. Dan sampai hari ini luka itu belum benar-benar tertutup.
"Sorotan kami sebagai sesama di jalanan:"
"1. Keadilan belum tuntas"
Sanksi etik dan pemberhentian administratif sudah ada. Tapi buat kami, itu belum menjawab pertanyaan paling dasar: siapa yang bertanggung jawab secara pidana atas hilangnya nyawa? Hukum harus jelas. Kalau tidak, besok-besok ojol lain bisa jadi "Affan" berikutnya dan kasusnya menguap lagi.
*2. Keselamatan sipil harus nomor satu saat pengamanan aksi*
Kami paham petugas punya tugas. Tapi jalanan adalah tempat kami cari makan. Kendaraan taktis, barikade, dan kerumunan tidak boleh jadi alasan nyawa warga sipil dikorbankan. Harus ada SOP yang melindungi driver ojol, pedagang, dan pejalan kaki saat ada aksi.
*3. Solidaritas kami tidak padam*
Setahun ini nama Affan jadi pengingat di tiap basecamp, di grup WA, di titik nongkrong. Kami bantu keluarga semampu kami. Tapi bantuan sesama ojol tidak bisa menggantikan kepastian hukum dari negara.
Nurmansyah Salah satu Alumni Kampus Universitas Bungkarno Karno ini juga menegaskan "Sebagai alumni kampus perjuangan, kami melihat kasus Affan bukan hanya soal kecelakaan. Ini soal negara hadir atau tidak dalam melindungi rakyat kecil yang mencari nafkah" .
Bung Karno pernah bilang: _"Hukum harus berpihak pada wong cilik"_. Tapi hari ini wong cilik masih harus berjuang sendiri menuntut keadilan. Negara tidak boleh abai. Proses hukum harus transparan, akuntabel, dan tidak pandang bulu. Jangan sampai semangat Trisakti: Berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, hanya jadi jargon saat ada korban dari rakyat.
Jangan jadikan Affan cuma sebagai simbol yang disebut pas momennya saja. Buktikan dengan proses hukum yang transparan sampai ke pengadilan. Beri kepastian ke keluarga. Dan lindungi kami yang masih harus narik tiap hari.
Satu tahun berlalu, tuntutan kami tetap sama: hukum ditegakkan, keluarga dipulihkan, dan ojol bisa kerja dengan aman.
Al-Fatihah untuk Affan Kurniawan. Semoga tidak ada lagi nama baru yang menyusul.(DW)

Social Header