Testimoni siswa jadi bukti MBG berhasil jaga rasa dan kepedulian penerima manfaat
GARUT, Globalnetizen.id -
Di tengah sorotan publik terhadap tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG, program Makan Bergizi Gratis atau MBG juga menuai apresiasi langsung dari penerima manfaat. Dua lembar surat tulisan tangan siswa dari SMP hingga SD menjadi bukti lapangan bahwa dapur yang dikelola Ibu Yanti berhasil menjaga rasa dan kepedulian.
Surat pertama berasal dari siswa SMP. Di atas kertas berwarna pink, tiga siswa menulis: "MBG Dimsumnya Enak Banget. Makasih, Permintaannya Selalu Dituruti Ibu Yanti dan Karyawannya". Di bagian bawah mereka menambahkan gambar hati dan tulisan "Sayang Ibu Yanti Banyak-Banyak".
Surat kedua berasal dari siswa kelas 6 Sekolah Dasar Negeri 03 Sukarami, bertanggal 4 April 2026. Siswa menulis: "MBG-nya Enak Banget. Dari Hari Pertama Dapat MBG dari Ibu Yanti Sampai Sekarang Enak Banget. Tidak Ada yang Kurang Sama Sekali. MBG-nya Terus Enak. Semangat! MBG dari Ibu Yanti Ada di Hati".
Konsisten Sejak Hari Pertama
Kedua surat menegaskan konsistensi rasa sejak hari pertama distribusi hingga sekarang. Siswa merasa menu MBG enak dan masukan mereka didengar dapur.
"MBG yang baik bukan hanya soal angka kecukupan gizi di atas kertas. Tapi juga soal anak mau menghabiskan makanan, semangat belajar, dan berani menulis surat untuk juru masaknya,"
Polemik Tata Kelola MBG Kembali Disorot
Polemik Program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya kasus dugaan korupsi menyeret sejumlah mantan petinggi Badan Gizi Nasional atau BGN, kini muncul temuan baru yang dinilai berpotensi memperparah persoalan tata kelola program strategis nasional tersebut.
Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia atau MAKI, Boyamin Saiman mengungkap dugaan adanya pejabat setingkat Eselon II yang menguasai lebih dari 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG, dapur MBG. Temuan tersebut disebut akan diserahkan kepada Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti.
Menurut Boyamin, kepemilikan dapur MBG dalam jumlah besar oleh seorang pejabat berpotensi menimbulkan konflik kepentingan serius. Ia menilai pejabat negara semestinya tidak terlibat langsung sebagai pemilik atau pengelola dapur program MBG karena dapat membuka ruang kolusi, nepotisme, dan penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan maupun distribusi anggaran.
Temuan tersebut melengkapi dugaan sebelumnya yang menyebut adanya pejabat setingkat Eselon I yang diduga memiliki sekitar 20 dapur MBG. Jika dugaan terbaru terbukti, maka skala keterlibatan pejabat dalam pengelolaan dapur MBG dinilai jauh lebih besar dari yang sebelumnya terungkap.
Harapan ke Depan
Surat-surat siswa ini viral di kalangan orang tua. Banyak yang berharap standar pelayanan "Bu Yanti" - dengar masukan siswa, jaga rasa, konsisten - bisa jadi acuan semua SPPG MBG se-Indonesia.
Apresiasi dari bawah sekaligus sorotan dari atas menjadi dua sisi koin yang sama: memastikan MBG berjalan sesuai aturan dan kepentingan terbaik anak Indonesia.(DW)

Social Header