Breaking News

Film dan Buku Ungkap 4 Akar Konflik Papua Versi LIPI, Masih Relevan Hingga Kini

JAKARTA,Globalnetizen.id - Film dokumenter _Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita_ dan buku _Prabowo Dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua_ disebut memperkuat temuan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang empat akar konflik di Papua.

Hal tersebut disampaikan Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman dalam keterangan tertulis, Minggu (24/5/2026). Menurutnya, hasil penelitian LIPI yang tertuang dalam buku _Papua Road Map: Negotiating the Past, Improving the Present and Securing the Future_ (2008) tetap relevan.

“Empat pokok akar konflik dirumuskan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),” ujar Socratez.

Keempat akar konflik tersebut adalah:  
1. Sejarah dan status politik integrasi Papua ke Indonesia  
2. Kekerasan negara dan pelanggaran berat HAM sejak 1965 yang belum ada penyelesaian
3. Diskriminasi dan marjinalisasi orang asli Papua di tanah sendiri
4. Kegagalan pembangunan meliputi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat Papua

[Infografik 4 Akar Masalah Papua](attachment://unnamed)
_Infografik 4 akar masalah Papua berdasarkan riset LIPI 2009. Sumber: Papua Road Map, LIPI 2009. Diolah http://Tirto.id._

Socratez menyebut pemerintah Indonesia merespons temuan LIPI dengan dua langkah. Pertama, LIPI diminta menulis buku baru yang tidak memuat empat akar konflik tersebut. Kedua, LIPI diubah namanya menjadi Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).

Film _Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita_ dan buku _Prabowo Dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua_ disebutnya turut menguatkan kembali temuan awal LIPI itu.

“Jadi, empat akar konflik Papua Barat yang dirumuskan LIPI masih dan tetap relevan,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan dari Ita Wakhu Purom.

(DW)
© Copyright 2022 - Global Netizen