TANGERANG, Globalnetizen.id -
Jika ada yang pernah melihat lautan merah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta beberapa tahun lalu, di sanalah Ibu Solikah berdiri. Dengan kacamata hitam dan kaus putih, ia mengepalkan tangan, bersama rekannya salam metal, berteriak bersama ribuan kader.
Potret itu masih ada. Tersimpan di galeri ponsel keluarganya.
Di sebuah ruangan rapat DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang. Ibu Solikah, Pengurus PAC Batu Ceper, kembali di barisan depan, berpose bersama Wakil Walikota Tangerang Saat Ini H.Maryono Hasan serta rekan-rekan seperjuangan dalam Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Wajahnya cerah Acara RAKERCABSUS di Tanggerang (5/10/2024).
Tak ada yang menyangka, setahun berselang, potret itu berganti.
Kini, perempuan yang dikenal militan di lingkungan PAC PDI Perjuangan Batu Ceper Kota Tangerang itu hanya bisa terbaring. Di kasur tipis beralas pink bermotif love, dengan bantal Doraemon di belakang kepala, ia memandangi layar ponsel dengan tatapan kosong. Tubuhnya kurus.
Di foto lain, ia terbaring di atas brankar Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sitanala Tangerang. Selang infus menancap. Gelang pasien berwarna pink melingkar di pergelangan. Lututnya ditekuk menahan nyeri.
Di depan pintu bertuliskan "INSTALASI BEDAH - KAMAR OPERASI - TARIK", seorang pria paruh baya duduk bersimpuh. Ia adalah kerabat Ibu Solikah. Menunggu berjam-jam, menatap kosong ke lorong rumah sakit yang dingin. Menanti kabar dari tim dokter.
Perjuangan di Dua Panggung
Bagi tetangga di Batu Ceper, Ibu Solikah dikenal sebagai sosok Pengurus PAC Batu Ceper yang tak pernah absen dalam kegiatan sosial dan kepartaian. Sebagai kader PAC Batu Ceper dan bagian dari keluarga besar Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), ia selalu di depan.
"Dulu kalau ada kegiatan bagi bendera 17 Agustus, ada konsolidasi di DPC, Ibu Solikah selalu datang paling pagi," kenang salah seorang rekan PAC Batu Ceper.
Namun sejak beberapa bulan terakhir, aktivitas itu berhenti. Sakit yang dideritanya memaksa Ibu Solikah untuk beristirahat total. Keluarga menyebut ia membutuhkan penanganan medis intensif di RSUP Dr. Sitanala.
Panggilan Gotong Royong PAC Batu Ceper
Kisah Ibu Solikah adalah kisah tentang pengabdian yang senyap. Tentang seorang ibu, Pengurus PAC Batu Ceper, yang pernah memberikan energinya untuk keramaian panggung politik, kini harus berjuang sendirian di ruang operasi yang sunyi.
Melalui GlobalNetizen.id, kami mengajak gotong royong sesama kader PAC Batu Ceper, PAC se-Kota Tangerang, simpatisan, khususnya Anggota DPRD Kota Tangerang, DPRD Provinsi Banten, dan DPR RI Dapil Banten III Fraksi PDI Perjuangan untuk meringankan beban Ibu Solikah.
Prinsip gotong royong yang selama ini menjadi napas gerakan, kini diharapkan hadir dalam wujud nyata untuk Ibu Solikah - Pengurus PAC Batu Ceper.
Bagi pembaca yang berkenan membantu, donasi dapat disalurkan melalui:
BANK BCA Nomor Rekening: 6044698786
Atas Nama: Ika Putri Wulandari
Konfirmasi dan informasi: WhatsApp 081287801008 (Solikah)
Setiap rupiah yang terkumpul akan digunakan sepenuhnya untuk biaya pengobatan Ibu Solikah - Pengurus PAC Batu Ceper di RSUP Dr. Sitanala Tangerang.
Semoga Ibu Solikah segera pulih. Dari gemuruh GBK, kita antar ia kembali sehat. Dari ruang operasi yang sunyi, kita bawa pulang harapan.
TANGERANG - http://GLOBALNETIZEN.ID | globalnetizen.id@gmail.com
CATATAN REDAKSI GlobalNetizen.id:
Artikel ini disusun berdasarkan keterangan keluarga dan dokumentasi foto asli Ibu Solikah - Pengurus PAC Batu Ceper. Redaksi membuka diri bagi pihak yang ingin membantu atau memverifikasi langsung kondisi Ibu Solikah di RSUP Dr. Sitanala Tangerang.

Social Header