Breaking News

NARASI PENOLAKAN GEOTHERMAL DI GUNUNG LAWUAksi Rakyat Jateng Guyub - Menyambut Hari Tani Nasional 24 September

JATENG GUYUB - TOLAK GEOTHERMAL DI GUNUNG LAWU!
JAKARTA, Globalnetizen.id -
Gunung Lawu bukan sekadar gunung. Bagi kami, Lawu adalah ibu. Dari hutan dan lerengnya, mengalir mata air yang menghidupi sawah-sawah di Karanganyar, Magetan, Ngawi, Sragen, Wonogiri hingga Solo Raya. Dari kabutnya, petani menggantungkan harapan panen. Dari adat dan budayanya, kami belajar tentang keseimbangan.

Hari ini, keseimbangan itu terancam.

Proyek eksplorasi dan eksploitasi geothermal dengan dalih energi bersih hendak membelah tubuh Lawu. Kami menolak karena kami tahu sejarahnya:

1. Hutan Lawu adalah Sumber Air & Kehidupan
Lawu adalah menara air. Ribuan hektar sawah tadah hujan, kebun sayur Tawangmangu, dan sumur warga bergantung pada resapan hutan Lawu. Sekali hutan dibabat untuk tapak bor, jalan, dan pipa, siklus hidrologi rusak. Yang hilang bukan cuma pohon, tapi jaminan pangan kami.

2. Geothermal Mengancam Ekosistem & Petani
Eksplorasi berarti ledakan, kebisingan, limbah lumpur bor, dan risiko gas beracun. Petani yang lahannya berada di lingkar proyek akan jadi korban pertama: tanah tercemar, air keruh, dan konflik lahan yang sudah terjadi di banyak daerah geothermal lain di Indonesia.

3. Ini Bukan Transisi Berkeadilan Jika Rakyat Dikorbankan
Kami tidak anti energi terbarukan. Kami anti model pembangunan yang mengorbankan rakyat kecil demi investasi besar. Jika transisi energi berarti menggusur petani dari tanahnya sendiri, itu bukan transisi, itu perampasan berkedok hijau.

Maka di momentum Hari Tani Nasional 24 September, kami, gabungan petani, pemuda, mahasiswa, dan masyarakat adat lereng Lawu dan warga Jateng  menyatakan:

JADIKAN HARI TANI MOMENTUM UNTUK MENUNTUT KESEJAHTERAAN RAKYAT, BUKAN MEMULUSKAN PROYEK YANG MENYENGSARAKAN RAKYAT!
Kami menuntut:
• Hentikan seluruh proses perizinan dan eksplorasi geothermal di Gunung Lawu. • Lindungi Gunung Lawu sebagai kawasan konservasi dan kawasan penyangga pangan dan air abadi. • Kembalikan arah pembangunan energi pada model yang adil, partisipatif, dan tidak merusak ruang hidup petani. 
Aksi Rakyat Jateng Guyub akan digelar 22-24 September.
Ini bukan hanya aksi kami ini aksi dari rakyat Jateng untuk Indonesia.(DW)

Jaga Gunung Lawu untuk anak cucu kita.
Tolak proyek geothermal sekarang!

#SelamatkanLawu #JagaLawu #TolakGeothermal #JatengGuyub #JatengTolakGeothermal #HariTaniNasional
© Copyright 2022 - Global Netizen