Papua Barat memiliki peluang besar memasuki era baru pelayanan publik melalui pembangunan Super App Layanan Publik Papua Barat, sebuah platform digital terpadu yang mengintegrasikan seluruh layanan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dalam satu aplikasi yang mudah diakses masyarakat.
Gagasan ini disampaikan oleh Ketua Bidang Penggalangan Depinas SOKSI Mozes Rudy F. Timisela, ST, yang menilai bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar inovasi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih cepat, efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurut Politisi Partai Golkar, selama ini masyarakat masih harus mengakses banyak aplikasi berbeda untuk memperoleh layanan pemerintah. Kondisi tersebut tidak hanya membingungkan masyarakat, tetapi juga menyebabkan pelayanan menjadi tidak efisien karena data belum terintegrasi.
"Sudah saatnya Papua Barat memiliki satu pintu layanan digital. Masyarakat tidak perlu lagi berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Semua kebutuhan pelayanan publik harus tersedia dalam satu Super App yang sederhana, cepat, dan mudah digunakan," ujar Mozes.
Ia menjelaskan bahwa Super App tersebut dapat mengintegrasikan berbagai layanan strategis, antara lain:
- Administrasi kependudukan.
- Perizinan usaha.
- Layanan kesehatan dan rumah sakit.
- Pendidikan dan informasi sekolah.
- Pembayaran pajak daerah.
- Informasi bantuan sosial.
- Pengaduan masyarakat.
- Informasi kebencanaan.
- Transportasi dan layanan publik lainnya.
Bagi Papua Barat yang memiliki tantangan geografis berupa wilayah kepulauan, pegunungan, dan kampung-kampung terpencil, digitalisasi pelayanan menjadi solusi untuk mendekatkan pemerintah kepada masyarakat tanpa dibatasi jarak.
Timisela, menegaskan bahwa pembangunan Super App bukan sekadar proyek teknologi, melainkan bagian dari reformasi birokrasi yang akan meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
"Transformasi digital harus mampu menghadirkan negara dalam genggaman masyarakat. Pemerintah hadir bukan hanya melalui kantor-kantor pelayanan, tetapi juga melalui aplikasi yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja," tegasnya.
Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Jawa Timur/ IKALJATIM ini juga mengajak Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk membangun ekosistem digital secara kolaboratif sehingga seluruh layanan dapat saling terhubung, menggunakan satu identitas pengguna, dan memanfaatkan satu basis data yang terintegrasi.
Menurutnya, jika langkah tersebut diwujudkan secara bertahap, Papua Barat berpeluang menjadi salah satu provinsi pelopor transformasi digital di kawasan timur Indonesia.
"Era pelayanan yang terpisah-pisah harus segera berakhir. Kini saatnya memasuki era baru pelayanan publik Papua Barat yang terintegrasi, modern, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat melalui satu Super App," tutup Mozes Rudy F. Timisela, ST.(DW)

Social Header