Pertemuan di Mabes Polri Selasa 9 Juni 2026 menyamakan visi pemetaan potensi gangguan keamanan dengan pendekatan proaktif, persuasif, dan humanis di Papua Barat Daya.
JAKARTA, Globalnetizen.id -
Anggota Komite I DPD RI dari Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, bertemu Direktur Keamanan Negara Baintelkam Polri, Brigjen Pol Wawan Setiyawan, di Markas Besar Polri, Jakarta, Selasa 9 Juni 2026.
Pertemuan membahas penguatan sinergi DPD RI dan Polri untuk menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta mendukung percepatan pembangunan di Papua Barat Daya.
Kedua pihak menyoroti pentingnya pemetaan dini potensi gangguan keamanan. Pendekatan persuasif dan dialogis disebut kunci menciptakan suasana kondusif di masyarakat.
Paul Finsen Mayor menegaskan sinergi lintas lembaga adalah kunci menjaga kedamaian dan kelancaran pembangunan di Tanah Papua.
"Anggota Komite I DPD RI Papua Barat Daya Paul Finsen Mayor bersalaman dengan Direktur Keamanan Negara Baintelkam Polri Brigjen Pol Wawan Setiyawan seusai pertemuan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 9 Juni 2026. Pertemuan membahas sinergi jaga stabilitas Kamtibmas Papua Barat Daya" (Foto: Dokpri PFM)
Sebagai Anggota Komite I DPD RI, saya terus menjalin kolaborasi aktif dengan berbagai mitra strategis. Hari ini saya bertemu dan berdiskusi intensif dengan Direktur Keamanan Negara Baintelkam Mabes Polri, Bapak Brigjen Pol Wawan Setiyawan, S.I.K, ujarnya.
Fokus utama pertemuan adalah menyamakan visi dalam memetakan potensi gangguan keamanan di Papua Barat Daya. Pendekatan proaktif, persuasif, dan humanis akan selalu dikedepankan dalam menjaga stabilitas Kamtibmas.
"Keamanan yang kondusif adalah fondasi utama bagi kesejahteraan masyarakat Papua. Keamanan yang terjaga dengan baik akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkembang, berusaha, dan berpartisipasi dalam pembangunan. Kita kawal bersama," tegas Paul.
Brigjen Pol Wawan Setiyawan menyampaikan komitmen Polri mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan nasional, termasuk di Papua Barat Daya. Kolaborasi dengan pemimpin daerah dan tokoh masyarakat disebut kunci membangun stabilitas berkelanjutan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat koordinasi lembaga negara dan aparat keamanan. Tujuannya menjaga kedamaian, persatuan, serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Papua Barat Daya.(DW)

Social Header